Lelah Usai Diperiksa Polisi Empat Jam, Sandiaga Uno Sempat Salah Masuk Mobil

Pantauan Warta Kota, Sandi keluar dari ruangan penyidik sekira pukul 16.21.

WARTA KOTA/MOHAMAD YUSUF
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai menjalani pemeriksaan selama empat jam di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Wakil Gubernur DKI Jakarta menjalani pemeriksaan selama empat jam di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).

Ketika selesai pemeriksaan dan hendak meninggalkan lokasi, Sandiaga salah masuk mobil. Pantauan Warta Kota, Sandi keluar dari ruangan penyidik sekira pukul 16.21. Sandi yang mengenakan batik merah lengan panjang, celana panjang hitam, dan berkacamata, langsung dikerumuni wartawan.

Saat itu, ia dikawal oleh kurang lebih empat orang ajudan. Wajahnya terlihat sedikit lelah. Sandi meladeni berbagai pertanyaan mengenai pemeriksaan tersebut. Kurang lebih wawancara berlangsung selama lima menit.

Baca: Polisi Periksa Sandiaga Uno karena Namanya Disebut oleh Tersangka Penggelapan Tanah

“Sudah ya, bapak capek, bapak capek...,” kata Sandi mencoba berguyon.

Usai wawancara, Sandi langsung menuju mobilnya. Namun saat itu para wartawan masih memburu berbagai pertanyaan. Ajudan yang mengawal pun kewalahan mengarahkan Sandi masuk ke dalam mobil.

Namun, tiba-tiba Sandi justru membuka pintu salah satu mobil yang terparkir di dekat lokasi tersebut. Sebuah mobil Toyota Innova hitam B 1009 QZ.

Baca: Lusa Diperiksa Polisi, Sandiaga Uno: Saya Mesti Pastiin Ini Hoax Atau Bukan

“Eh bukan ini Pak, salah pak... salah pak.. bukan ini mobilnya,” ujar salah satu ajudan.

Sandi pun hanya bisa tersenyum. Kemudian ajudan tersebut mengarahkan ke mobilnya yang benar. Mobil Sandi juga Toyota Innova, dengan pelat nomor B 1135 RFN. Usai masuk mobil, Sandi langsung membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya.

Sebelumnya, Djoni Hidajat, rekan bisnis Sandiaga, melaporkannya atas dugaan penggelapan tanah, terkait pelepasan aset PT Japirex, perusahaan yang bergerak di bidang rotan.

Baca: Kembali Dilaporkan ke Polisi, Sandiaga Uno: Berarti Ini yang Keenam

Saat itu Sandiaga menjabat sebagai Komisaris Utama. Sedangkan rekan bisnisnya, Andreas Tjahjadi, sebagai Direktur Utama PT Japirex.

Lalu, pada 1992, perusahaan tersebut dilikuidasi. Aset-asetnya pun terpaksa dijual. Sedangkan Djoni Hidajat mengklaim lahan yang dijual itu adalah miliknya. Atas kejadian penjualan aset itu. Djoni melaporkan Andreas dan Sandiaga atas dugaan penggelapan tanah. (*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved