Dua Lelaki Ini Berjalan Kaki Dari Ponorogo, Minta Gubernur Anies Pajang Foto Koruptor di Balai Kota

Sekarang, Jakarta juga bisa memulai kampanye antikorupsi dengan cara memasang foto koruptor.

Dua Lelaki Ini Berjalan Kaki Dari Ponorogo, Minta Gubernur Anies Pajang Foto Koruptor di Balai Kota
Wartakotalive.com/Yosia Margaretha
Pujiana dan Wakidi, warga Ponorogo, Jawa Timur, berjalan kaki bersama rekannya sejak 9 Desember 2017 sampai di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/1/2018). 

Laporan Wartawan Waartakotalive, Yosia Margaretta

WARTAKOTA, GAMBIR -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, baru saja menerima warga Ponorogo yang melakukan aksi jalan kaki dari Ponorogo menuju Jakarta.

Aksi jalan kakinya ini merupakan salah satu dukungan dari masyarakat untuk pemerintah khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemprov DKI Jakarta untuk melawaan korupsi.

"Kami aktivis anti korupsi dari Ponorogo ini memberikan dukungan kepada Bapak Anies, untuk menjadi sampling bahwa DKI ini Bapak Anies memimpin fokus pada anti korupsi," ujar Pujiana (53) di Balai Kota, (18/1/2018).

Baca: DPRD dan Pemprov DKI Mulai Melempem di Kasus Tiang Mikrosel

Baca: Wagub DKI Sandiaga Uno Dilaporkan Curi Uang, Diperiksa Reserse Khusus Polda Metro Jaya

Pujiana berjalan kaki bersama rekannya yang juga warga Ponorogo, Wakidi (42) sejak tanggal 9 Desember 2017 dan hari ini dirinya tiba di Jakarta.

"Yang kami bahas adalah penanaman ideologi anti korupsi dimana kami memberikan satu sampling," ujar Pujiana.

Dia mengatakan,  dulu masyarakat berani mengampanyekan dua anak cukup dan cukup berhasil.

Sekarang, Jakarta juga bisa memulai kampanye antikorupsi dengan cara memasang foto koruptor.

"Saya yakin di Jakarta ini akan mampu menanamkan ideologi anti korupsi dengan cara yang kami contohkan tadi koruptor seumpamanya dipasang fotonya yang sudah divonis. Ya ini kami serahkan kepada Bapak Anies," tutur Pujiana.

Kedua lelaki ini menempuh perjalan kurang lebih sekitar 900 kilometer dan Kamis ini (18/1/2018) mereka akan kembali ke Ponorogo menggunakan kereta api.

"Kami selama perjalanan mulai dari Ponorogon ini memang sudah kita niatkan tiga tahun yang lalu. Kami dari kocek sendiri (biaya perjalanan). Kami sudah niat dari keprihatinan kami masyarakat merasa betapa korupsi di negara kita semakin merajalela. Kami ingin menunjukkan kepada generasi muda kalau yang tua-tua saja masih peduli apalagi yang masih muda," tutur Pujiana. (m-14)

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved