Kemenperin Dorong IKM Masuk Pasar Online

Digital ekonomi itu adalah sebuah keniscayaan, kita enggak bisa lagi nunggu, tapi kita yang harus gerak dari sekarang.

Penulis: Anggie Lianda Putri | Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Anggie Lianda Putri
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawa Ningsih 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Anggie Lianda

WARTA KOTA, MENTENG - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawa Ningsih menyayangkan kontribusi IKM pada Produk Domestik Bruto (PDB) hanya 20 persen.

Dia mengatakan, industri besar mampu berkontribusi pada PDB hingga mencapai 80 persen.

Oleh karena itu, pada tahun 2018 digencarkan program e-smart IKM yang bekerja sama dengan beberapa e-commerce seperti Shopee dan marketplace lainnya untuk mendorong para IKM ini bisa memasarkan produknya secara online.

"Digital ekonomi itu adalah sebuah keniscayaan, kita enggak bisa lagi nunggu, tapi kita yang harus gerak dari sekarang. Jadi IKM kita buka matanya harus online jualannya," ujar Gati saat ditemui di Roemah Kuliner Menteng Jakarta Pusat, Selasa (16/01/2018).

Program e-smart IKM fokus kepada sembilan komoditi yaitu makanan, logam, perhiasan, herbal, furniture, kerajinan, industri kreatif, fasion dan kosmetik.

"Kita jual herbal karena kita memiliki banyak bahan baku. Contoh saja Korea yang hanya punya gingseng bisa terkenal, sedangkan kita punya Pasak bumi, temulawak dan lain-lain harus dimanfaatkan," ujar Gati.

Gati mengatakan ada kendala saat berjualan online produk furniture dan perhiasan dalam jasa pengiriman.

"Kalau furniture berat, sedangkan perhiasan harus memakai asuransi karena takut hilang dijalan," ujarnya.

Selain itu Gati juga menyasar kumpulan IKM yang mempunyai proses produksi dan bahan baku yang sama dan hasil produksi yang sama dalam satu daerah.

"Jika di satu daerah ada delapan sampai sepuluh pelakunya, kita akan namakan Sentra," ucapnya.

Gati pun berharap dengan berjualan online, bisa mempertemukan para produsen dan custumer dengan zero cost. (M16)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved