Breaking News:

284 Gay di Kota Bekasi Idap HIV, Sistem ABCDE Jadi Strategi Pencegahan

Menurut Dezi, lelaki penyuka sejenis memiliki risiko HIV paling tinggi, karena perilaku seksualnya menyimpang.

Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI - Sebanyak 284 gay (homoseksual) di Kota Bekasi mengidap penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV). Angka ini penyumbang terbesar kasus penyakit HIV di Kota Bekasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati mengatakan, secara keseluruhan jumlah penderita HIV di Kota Bekasi pada 2017 mencapai 466 orang. Sekitar 61 persen atau 284 orang yang terkena HIV, berasal dari kalangan homoseksual.

“Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2016 lalu, yang menembus 615 kasus HIV di Kota Bekasi,” kata Dezi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (17/1/2018).

Baca: Wasekjen Partai Gerindra: Pada 2019 Kita akan Punya Presiden Baru

Menurut Dezi, lelaki penyuka sejenis memiliki risiko HIV paling tinggi, karena perilaku seksualnya menyimpang. Mereka berhubungan badan lewat seks anal, padahal anus tidak bisa mengeluarkan cairan (lubrikasi) untuk mengurangi gaya gesek.

Akibatnya, kelamin maupun anus menjadi terluka sehingga menjadi celah virus HIV masuk ke dalam tubuh. Risiko penularannya semakin tinggi manakala mereka berhubungan seksual tidak menggunakan alat kontrasepsi, yakni kondom.

“Kasus ini yang menjadi perhatian kami, sehingga kami melakukan strategi pencegahan dengan sistem abstinancy, be faithful, condom, drugs dan education, atau bila disingkat menjadi ABCDE.

Baca: Survei PolMark: 52,4 Persen Responden Ingin Jokowi Jadi Presiden Lagi, Ini Dua Alasan Utamanya

“Abstinancy artinya tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, sedangkan be faithful adalah konsep rasa saling percaya dan setia untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan banyak orang, atau berganti-ganti pasangan,” jelasnya.

Condom adalah obat kontrasepsi untuk mencegah penularan penyakit akibat hubungan seksual. Selanjutnya, drugs, sebaiknya hindari penggunaan obat-obatan telarang seperti jarum suntik secara bergantian. Terakhir adalah education atau memberikan pengetahuan tentang virus HIV ini.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved