Antisipasi Penyerangan Truk Sampah DKI, Polisi Bekasi Tingkatkan Pengawasan

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota bakal meningkatkan operasi cipta kondisi (cipkon) di wilayah hukum Kota Bekasi.

Antisipasi Penyerangan Truk Sampah DKI, Polisi Bekasi Tingkatkan Pengawasan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Kaca depan truk sampah B 9420 TOQ yang rengat karena diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi, Minggu (15/10) pukul 03.00. 

WARTA KOTA, BEKASI - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota bakal meningkatkan operasi cipta kondisi (cipkon) di wilayah hukum Kota Bekasi.

Peningkatan operasi cipkon akan dilaksanakan di sejumlah titik yang rawan terjadi kasus kejahatan jalanan, seperti pencurian, perampokan, pengeroyokan, tawuran, dan penyerangan.

"Pokoknya di tempat yang rawan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akan kita tingkatkan pengawasan dengan operasi cipkon," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari, Selasa (16/1/2018).

Baca: Warga Jati Bunder Bantah Buang Sampah ke Kali

Erna menjelaskan, salah satu titik yang menjadi fokus perhatian polisi adalah ruas Jalan Raya Narogong. Jalan yang menjadi penghubung antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor ini rawan terjadi penyerangan truk sampah milik DKI Jakarta. Ruas jalan itu masuk wilayah hukum Polsek Bantargebang dan Polsek Bekasi Timur.

Hal ini berkaca pada pengalaman penyerangan truk sampah DKI, Minggu (14/1/2018) dini hari. Beruntung, sopir truk bernama Pollo Sagala (39) tidak terluka dan mampu mengendalikan kemudi truk bermuatan sampah, saat menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Aksi pelaku sangat membahayakan pengemudi truk, bahkan orang lain di sekitar lokasi. Tidak hanya itu, mereka juga merusak aset milik DKI," ujar Erna.

Baca: Rp 100 Ribu Dianggap Terlalu Mahal, Harga Tiket Kereta Bandara Bakal Diturunkan

Karena itu, kata Erna, pihaknya bakal mengerahkan puluhan personel di lokasi untuk menggelar operasi cipkon. Dia juga bakal meningkatkan patroli di jam rawan kasus kejahatan, dari tengah malam hingga dini hari.

"Kami ingin memberi rasa nyaman dan aman ke masyarakat, makanya pengawasan bakal ditingkatkan," jelasnya.

Erna menilai, pengawasan yang dilakukan petugas tidak akan berjalan maksimal bila tidak ada peran masyarakat. Erna mengimbau masyarakat melapor bila melihat hal yang mencurigakan di lingkungan rumahnya.

Baca: Puncak Musim Hujan Sampai Februari 2018, BNPB Minta Masyarakat Waspadai Banjir dan Longsor

"Laporan masyarakat sangat membantu polisi dalam menekan dan mencegah kasus kejahatan," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aksi penyerangan truk sampah DKI. Apalagi, kondusivitas truk sampah DKI sudah terjalin dalam nota kerja sama dengan Kota Bekasi.

"Hampir setiap hari sekitar 30 personel Dishub dan 50 personel Satpol PP disiagakan di titik-titik tersebut. Kalau kita ada di lokasi, mereka bersembunyi. Ketika petugas menyisir daerah lain, mereka justru melakukan penyerangan," papar Yayan.

Baca: Pilot Lion Air Bawa Sabu dari Tangerang ke Kupang, Mengaku Tak Pakai Saat Bertugas

Menurut dia, penyerangan truk sampah DKI kerap terjadi pada pukul 02.00-04.00. Mereka biasanya bersiaga di sepanjang Jalan Raya Narogong hingga ke TPST Bantargebang milik DKI Jakarta.

"Menyusul kejadian ini, kita akan melakukan pengamanan kembali dari pintu tol hingga pintu masuk TPST Bantargebang," cetusnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved