Turap Kali Baru Barat yang Ambrol Hanya Diperbaiki Pakai Karung dan Terucuk Kayu

Lurah Kebagusan Leo Harahap menyatakan, turap itu jebol sejak 20 Desember 2017 lalu, saat kawasan itu diterjang hujan deras.

Turap Kali Baru Barat yang Ambrol Hanya Diperbaiki Pakai Karung dan Terucuk Kayu
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Selatan memperbaiki turap Kali Baru Barat, Jalan Baung II, RT 04/02, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2017). 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Selatan memperbaiki turap Kali Baru Barat, Jalan Baung II, RT 04/02, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Lurah Kebagusan Leo Harahap menyatakan, turap itu jebol sejak 20 Desember 2017 lalu, saat kawasan itu diterjang hujan deras.

"Kemungkinan amblasnya turap karena tanah dudukan di bawah turap yang sudah terkikis," kata Leo kepada Warta Kota, Jumat (12/1/2017).

Baca: Mendagri: Dari 800 Ribu Berita di Medsos, 600 Ribu Berisi Fitnah dan Ujaran Kebencian

Saat itu, menurut Leo, pihaknya melakukan penanganan sementara dengan membuat turap menggunakan terucuk dan karung supaya longsoran turap tidak melebar.

"Posisi kali persis di tepi jalan. Kami segera bikin turap darurat supaya amblesnya tidak melebar dan membahayakan pengguna jalan," jelasnya.

Hampir tiga pekan kemudian, Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Selatan baru melakukan penanganan dengan memperbaiki turap itu.

Baca: Inilah Penampakan Pelangi Terlama di Dunia

Kasudin SDA Jakarta Selatan Holi Susanto mengatakan, perbaikan dilakukan lantaran turap Kali Baru Barat tersebut ambrol sepanjang 20 meter.

"Perbaikan dilakukan dengan menumpuk karung pasir, yang kemudian dipasang terucuk kayu dolken untuk menahan agar tidak ambrol masuk ke kali," tutur Holi.

Holi menuturkan, sebanyak 25 Satuan Petugas Sudin SDA Jaksel diturunkan untuk memperbaiki turap yang jebol itu.

Baca: Tidak Ada Bangku di Peron Stasiun Kereta Bandara, Ini Alasannya

"Perbaikan kami lakukan sifatnya sementara, untuk menahan agar aspal jalan tidak ambrol saat hujan dengan intensitas tinggi turun," papar Holi.

Holi mengungkapkan, pihaknya masih belum melakukan perbaikan turap secara permanen. Hal tersebut lantaran Sudin SDA Jaksel masih menunggu proses lelang material tahun 2018.

"Dalam waktu dekat akan diperbaiki secara permanen. Nantinya akan menggunakan material batu kali agar turap lebih kuat menahan laju air, saat kali penuh air saat hujan turun," terangnya. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved