Jangan Sampai Salah, Pengguna Commuter Line Bisa Kena Penalti

Pengguna commuter line disebutkan bakal menerima penalti apabila salah kartu saat melakukan tap out saat meninggalkan stasiun

Jangan Sampai Salah, Pengguna Commuter Line Bisa Kena Penalti
Warta Kota/Angga BN
Warga meletakan kartu multi trip (KMT) Kereta Rel Listrik (KRL) ke mesin pembaca di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2014). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Penghapusan denda atau penalti lewat penyelarasan tarif atau fare adjustment yang dilakukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) beberapa waktu lalu rupanya belum menyeluruh.

Pengguna commuter line disebutkan bakal menerima penalti apabila salah kartu saat melakukan tap out saat meninggalkan stasiun.

Jawaban tersebut disampaikan admin twitter resmi PT KCI, @CommuterLine menjawab pertanyaan Joko Aprianto @joss_ap pada Kamis (11/1/2018).

Sang admin membalas jika denda akan diberlakukan apabila pengguna salah kartu atau tidak memiliki kartu saat hendak meninggalkan stasiun.

"Kami sampaikan apabila salah kartu ketika tap out maka masih tetap diberlakukan denda/pinalty serta apabila kedapatan penumpang tidak bertiket/kartu hilang maka tetap dikenakan suplisi, tks," tulis admin @CommuterLine membalas pertanyaan Joko, 'Min @CommuterLine.

Terkait kebijakan fare adjusment, klo salah kartu tap pada saat out, mash diberlakukan denda ato penalty g?'.

Seperti diketahui sebelumnya, Pelayanan Commuter Line diungkapkan Vice President Corporate Communications PT KCI, Eva Chairunisa terus dilakukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Bukan hanya armada dan infrastruktur stasiun, penetapan tarif hingga penghapusan penalti kepada penumpang diberlakukan pada awal tahun 2018 ini.

Beriringan dengan keputusan penghapusan penalti, pihaknya mengenalkan mesin penyelarasan tarif atau fare adjustment.

Sehingga, pengguna KRL yang semula dikenakan penalti atau denda sebesar Rp 10.000 apabila turun di stasiun selain tujuannya atau menempuh jarak lebih jauh dari tarif yang sudah dibayar di loket atau vending machine, tidak berlaku lagi.

Mekanisme penalti yang dipotong langsung dari Tiket Harian Berjaminan (THB) itu katanya kini tidak berlaku, terhitung mesin fare adjustment diterapkan mulai Senin 8 Januari 2018.

Kini pengguna THB yang turun di stasiun dengan jarak yang lebih jauh dari tarif yang tertera pada tiket hanya perlu membayar selisih antara tarif yang dibayarkan pada transaksi awal dengan tarif berlaku.

"Bentuk mesinnya mirip kayak mesin vending tiket biasa, pengguna bisa menukarkan THB di sana setelah keluar gate (gerbang) atau bisa juga di loket dua arah yang letaknya di dekat gate elektronik keluar stasiun. Saat ini sudah tersedia 26 mesin penyelaras tarif di 25 stasiun," ungkapnya pada Senin (8/1/2018).

Sementara, penyelesaian kekurangan tarif di sejumlah stasiun lain yang belum tersedia mesin fare adjustment dapat diselesaikan di loket dua arah atau petugas dalam melakukan penyelarasan tarif ke loket.

"Pengguna perlu memperhatikan bahwa dalam membayar selisih tarif THB pada mesin penyelaras tarif maupun di loket, tidak disediakan uang kembalian, jadi siapkan uang pas," jelasnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved