Kasus Narkoba

Penghuni Rusun di Backlist 10 Tahun Akibat Mengunakan Narkoba

Pemeriksaan test urine yang dilakukan di Rusun Cipinang Besar Selatan dua bulan lalu tepatnya pada 23 Novemver 2017 berbuntut panjang.

Penghuni Rusun di Backlist 10 Tahun Akibat Mengunakan Narkoba
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sebanyak empat Unit Rusun Cipinang Besar Selatan Dikosongkan karena Penghuni Rusun Terindikasi Postitif Narkoba. 

Selain itu ia menyatakan bahwa pengosongan ini murni kasus narkoba, jadi tidak ada masalah mengenai tunggakan pembayaran walaupun memang yang bersangkutan tak pernah bayar sewa rusun beberapa bulan terakhir ini.

"Tidak sekali pun walau salah satu adalah tidak pernah membayar sejak tahun 2013 tapi kami tidak mengeluarkan karena masalah tunggakan," katanya.

Sulit menembus

Septalina mengatakan bahwa Blok D terkenal eksklusif dan memiliki petugas keamanan sendiri. Petugas dari DKI kerap sulit menembusnya.

Hal itu pula yang menyebabkan DKI melibatkan kepolisian dalam pengosongan unit rusun.

"Blok D ini terbilang ekslusif kalopun masuk ke dalam itu menembusnya agak sulit, karena mereka itu bersaudara. Dan kalopun ada intel datang mereka tidak akan bisa menemukan yang bersangkutan," katanya.

Proses pengosongan empat unit rusun berlangsung lancar, meski sempat ada adu argumentasi saat petugas hendak mengosongkan kamar yang ditempati Rudi.

Merasa tidak adil

Rudi (32), penghuni rusun sempat melayangkan protes kepada pihak pengelola Rumah Susun saat rumahnya akan di kosongkan.

Akan tetap ia hanya dapat pasrah ketika berdebatannya tidak membuahkan hasil, ia pun hanya bisa menyaksikan para petugas mengangkut barang-barang milikinya keluar rusun.

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved