Breaking News:

Bocah Pemeran Video Mesum dengan Perempuan Dewasa Mengamen Sejak Umur Tiga Tahun

Mereka tinggal di rumah-rumah semi permanen dengan ukuran tidak lebih dari 2x3 meter persegi.

TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Muhamad Faisal Akbar, tersangka pembuat video porno anak-anak dan perempuan dewasa di Mapolda Jabar, Bandung, Senin (8/1/2018). 

WARTA KOTA, BANDUNG - Tiga korban kasus video porno anak dengan perempuan dewasa, DN (9), SP (11), dan RD (9), tinggal di kawasan kumuh dan padat penduduk di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Mereka tinggal di rumah-rumah semi permanen dengan ukuran tidak lebih dari 2x3 meter persegi.

Ibu DN bernama Susanti (40) dan orangtua RD, Herni (41), ditetapkan sebagai tersangka‎ karena membiarkan dan menyuruh anak-anak mereka beradegan porno dengan perempuan bernama Apriliana alias Intan dan Imelda alias Imel.

Baca: Penyebar Pertama Video Mesum Bocah dengan Wanita Dewasa Diduga Warga Rusia

Adegan porno didalangi oleh pria memiliki ciri-ciri autis, Faisal Akbar. Kerabat Susanti dan Herni, Imas Yoyong mengatakan, mereka tinggal di kawasan itu sejak 1980-an. Profesi mereka sehari-hari sebagai pemulung.

Susanti memiliki 11 anak dan satu di dalam kandungan. Herni memiliki enam anak dan satu di kandungan.

"DN disuruh ngamen di Kiaracondong sejak usia 3 tahun bersama‎ kakaknya paling tua yang usianya 13 tahun, untuk membantu keluarga. DN sempat sekolah tapi tidak dilanjutkan. Kalau RD tidak ngamen, dia tetap menjalani sekolah, tapi gara-gara ini sekolahnya terancam," kata Imas di kediamannya di Kiaracondong, Rabu (10/1/2018).

Baca: Inilah Pembuat Video Porno Bocah dengan Wanita Dewasa, Dua Ibu Korban Juga Jadi Tersangka

Ia tidak menduga kerabatnya bernama Susanti itu tega melakukan perbuatan nista tersebut. Ia mengakui kondisi ekonomi keluarga Susanti bermasalah, karena mengandalkan mata pencarian dari memulung dengan keuntungan Rp 15 ribu per hari, dan DN yang ngamen dengan pendapatan sekira Rp 50 ribu per hari.

"Memang ekonomi mereka tidak baik. Saya juga sama, orang miskin, tapi semiskin-miskinnya saya, saya masih punya iman, tidak akan sampai setega itu jual anak," ujar Imas.

Imas mengaku sudah melihat video itu yang viral di media sosial. Ia bahkan sempat mengklarifikasi video itu pada Susanti.

"Dia bilang geus lah da geus lila ieuh kejadiana ge (sudah lah, videonya juga sudah lama). Saya sempat kaget sekali, marah. Saya sempat berpikir dia bakal kena sama polisi, dan ternyata benar saja, dia ditangkap," tutur Imas. (Mega Nugraha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved