Pemilik Kapal Tradisional Tolak Kapal Cepat di Kali Adem

Para pemilik kapal tradisional rute Pulau Tidung-Kali Adem memutuskan untuk mogok beroperasi pada Senin (8/1/2018).

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Para pemilik kapal tradisional rute Pulau Tidung-Kali Adem mogok beroperasi, Senin (8/1/2018). Mereka juga mencopot spanduk kapal cepat yang ada di pulau itu. 

Laporan Wartawan Warta Kota Junianto Hamonangan

 WARTA KOTA, PENJARINGAN - Para pemilik kapal tradisional rute Pulau Tidung-Kali Adem memutuskan untuk mogok beroperasi pada Senin (8/1/2018).

Mereka menginginkan agar tidak ada lagi kapal cepat yang berangkat dari Kali Adem.

Aksi yang dimulai sekira pukul 08.00 WIB itu melaksanakan protes terhadap kapal cepat.

Nantinya kapal cepat yang tiba di Pulau Tidung, hanya boleh menurunkan penumpang dan pulang ke Kali Adem dengan tanpa muatan.

Selain itu para pemilik kapal tradisional juga melarang pihak kapal cepat dalam hal ini Express Bahari, menjual tiket dari Pulau Tidung dengan tujuan Kali Adem.

Mereka juga melakukan pencopotan spanduk Kapal Express Bahari yang ada di Pulau Tidung.

Para pemilik kapal tradisional meminta agar tidak ada lagi kapal cepat yang berangkat dari Kali Adem menuju Pulau Tidung. Sehingga dengan demikian, jumlah penumpang kapal tradisional bisa bertambah.

Salah seorang kapten kapal, Mustawa mengatakan pihaknya belum bisa memastikan hingga kapan aksi mogok beroperasi tersebut akan dilakukan.

Menurutnya para pemilik kapal masih akan melakukan pertemuan dengan pihak terkait.

“Kurang tahu (aksi mogok hingga kapan), ini kita masih koordinasi. Kita berharap masalah ini ada solusi secepatnya,” ungkap Mustawa, Senin (8/1).

Ia menambahkan harga tiket kapal cepat juga tidak jauh berbeda. Jika kapal tradisional Rp 50.000, maka kapal cepat hanya Rp 75.000.

Ditambah lagi waktu tempuh kapal cepat cuma 1 jam dibandingkan kapal tradisional yang bisa 2,5 jam.

Camat Kepulauan Seribu Selatan Agus Setiawan mengatakan keberadaan kapal cepat di Kali Adem sudah berlangsung selama enam bulan terakhir.

Selama itu, kapal tradisional dan kapal cepat bersaing secara langsung.

“Tadinya nggak ada, cuma dari Marina. Mereka sejauh ini meminta agar kapal cepat jangan operasional di Kali Adem, mereka hanya ingin ada kapal tradisional,” katanya.

Sebagai alternatif menuju Pulau Tidung, beberapa tempat seperti Marina dan Rawa Saban, Tangerang bisa dimanfaatkan.

Khusus untuk dari Marina, penumpang bisa menggunakan kapal cepat dan dari Rawa Saban memakai kapal tradisional

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved