Breaking News:

Ahok Gugat Cerai

Larang Wartawan Masuk, Satpam di Kompleks Rumah Ahok Ancam Buka Baju

Surat gugatan cerai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan, beredar viral.

WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Gerbang Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, Senin (8/1/2018). 

WARTA KOTA, PENJARINGAN - Surat gugatan cerai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan, beredar viral.

Untuk mengonfirmasi hal tersebut, wartawan Warta Kota mendatangi kediaman Ahok di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Namun, Hartono, salah satu petugas keamanan Perumahan Pantai Mutiara, melarang masuk menuju kediaman Ahok, sebelum ada konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.

Baca: Panitera PN Jakarta Utara Pastikan: Ahok Sudah Teken Surat Gugatan Ceraikan Veronica Tan

Baca: Wanita Cantik yang Ditemukan Tewas di Got Diduga Terjun dari Lantai 10 Apartemen Thamrin City

Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, Senin (8/1/2018).
Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, Senin (8/1/2018). (WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI)

"Tidak ada satu pun wartawan di situ (rumah Ahok). Silakan balik lagi, instruksi demikian, harus konfirmasi kepada yang bersangkutan terlebih dahulu," ujar Hartono, Senin (8/1/2018).

Hartono pun mengancam akan bertindak lebih jauh, jika Warta Kota tidak segera keluar dari kompleks perumahan tersebut.

"Kalau sampean nekat, saya akan lepas baju, jujur aja," tegasnya.

PEtugas keamanan di Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, Senin (8/1/2018).
PEtugas keamanan di Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, Senin (8/1/2018). (WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI)

Dari pantauan Warta Kota, situasi di dalam Perumahan Pantai Mutiara Blok J memang terpantau sepi.

Sebelumnya diberitakan, Ahok membuat surat gugatan cerai dan hak asuh anak pada kepaa Veronica Tan, pada 5 Januari 2018, yang dikirimkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Surat tersebut diwakilkan oleh kuasa hukum Fifi Lety Indra SH LLM dan Josefina Agatha Syukur SH MH, namun keduanya belum bisa dihubungi. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved