Inilah Pembuat Video Porno Bocah dengan Wanita Dewasa, Dua Ibu Korban Juga Jadi Tersangka

Para tersangka itu adalah Muhamad Faisal yang berperan sebagai pengambil rekaman video dan menjual video tersebut.

TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Muhamad Faisal Akbar, tersangka pembuat video porno anak-anak dan perempuan dewasa di Mapolda Jabar, Bandung, Senin (8/1/2018). 

WARTA KOTA, BANDUNG - Penyidik Polda Jabar menetapkan tujuh orang yang terkait video porno yang melibatkan anak kecil dan perempuan dewasa, sebagai tersangka.

Sebelumnya, video mesum tersebut menjadi viral di media sosial sejak dua pekan terakhir.

Enam orang itu ditahan di Mapolda Jabar setelah dibekuk oleh tim gabungan Direskrimum, Direskrimsus Polda Jabar, dan Satreskrim Polrestabes Bandung, di sejumlah tempat di Kota Bandung.

Satu tersangka lagi masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Benar video itu direkam di Bandung, di dua hotel, M dan I. Pihak-pihak yang terlibat sebanyak lima orang, dan satu masuk daftar pencarian orang," ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Senin (8/1/2018).

Baca: Video Porno Wanita Dewasa dengan Dua Bocah Lelaki Direkam di Hotel di Bandung

Para tersangka itu adalah Muhamad Faisal yang berperan sebagai pengambil rekaman video dan menjual video tersebut.

Kedua, Sri Mulyati alias Cici yang berperan sebagai perekrut perempuan;

Apriliani alias Intan selaku perekrut anak sekaligus pemeran wanita dalam video‎; Imeldha Oktavianie alias Imel selaku perekrut anak dan pemeran wanita dalam video;

Susanti selaku orangtua anak berinisial D (7); dan orangtua bernama Herni, ibu dari anak berinisial SP (11).

"Direkam antara April dan Mei 2017, yang kedua direkam pada Agustus. Satu lagi bernama Ismi statusnya DPO. Dan ada yang memprihatinkan, dalam kasus ini ada dua ibu yang membiarkan dan menyuruh anaknya beradegan porno," kata Kapolda.

Baca: Fedi Nuril Masih Suka Bikin Lagu

Dalam kasus ini, tiga anak terlibat dan statusnya sebagai korban, yakni bocah berinisial D (9), SP (11), dan RD (9).

"Semua pelaku dijerat pasal 81 ayat 2 ‎ Undang-undang Perlindungan anak," kata Kapolda. (Mega Nugraha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved