100 Hari Anies Sandi

Warga Kampung Akuarium Korban Gusuran Kini Terdaftar sebagai Warga DKI

Warga Kampung Akuarium, Penjaringan, yang selama ini menempati tenda pengungsi kini sudah terdaftar sebagai warga DKI.

Warga Kampung Akuarium Korban Gusuran Kini Terdaftar sebagai Warga DKI
Aparat Pemprov DKI mendirikan tenda untuk menampung warga Kampung Akuarium, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan Warta Kota Junianto Hamonangan

 WARTA KOTA, PENJARINGAN-- Warga Kampung Akuarium, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang selama ini menempati tenda pengungsi di lahan bekas penggusuran, sekarang terdaftar di wilayah RT 012/RW 004.

Hanya saja sejauh ini mereka belum memiliki kepengurusan RT. 

Salah seorang warga, Topaz (31) mengatakan penetapan wilayah tersebut sebagai RT 012/RW 004 sudah dilakukan sejak bulan November 2017.

Hanya saja hingga saat ini mereka belum memiliki kepengurusan RT. 

“Katanya sih masih nunggu SK (surat keputusan) lurah keluar, baru bisa pemilihan pengurus RT. Kita sih maunya milih sendiri pengurus RT-nya, nggak ditunjuk biar afdol,” ucap Topaz, Minggu (7/1). 

Lurah Penjaringan Depika Romadi mengatakan SK penetapan RT yang dimaksud warga sudah keluar sejak tanggal 20 November 2017 kemarin.

Hanya saja diakui hingga saat ini belum ada kepengurusan RT yang terbentuk. 

“Rencananya nanti setelah pendataan fix, akan dibentuk caretaker dulu. Setelah semua jadi warga RT 012, baru diproses pemilihan dengan membentuk panitia,” ungkapnya. 

Menurut Depika, pendataan warga Kampung Akuarium harus dilakukan dengan seksama agar tidak ada kesalahan.

Pasalnya pengertian warga Kampung Akuarium adalah mereka yang saat ini masih tinggal di tenda pengungsi di atas lahan yang telah dibongkar dan merupakan eks warga RT 001 dan RT 012. 

“Sementara warga kan ada versinya sendiri, jadi Biro Tapem matching-in dulu. Sekarang verifikasi dulu karena saya (Pemprov DKI) berdasarkan pintu tenda atau gubuk, kalau warga berdasarkan orang yang belum ngambil rusun, ada juga yang lain. Tapi sebagian besar datanya nggak ada masalah,” ucapnya. 

Menurut Depika, jumlah warga Kampung Akuarium berdasarkan data yang dimiliki pihak kelurahan saat ini ada sebanyak 112 KK. 

Depika memastikan jumlah tersebut akan berkurang setelah dilakukan proses verifikasi. 

“Itu juga akan berkurang karena di data sudah ada warga yang ngambil rusun, ada juga yang KTP-nya di Luar Batang, kemudian ada yang ternyata KTP daerah. Secepatnya kita akan selesaikan, kalau minggu depan bisa selesai, kita selesaikan,” katanya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved