Direktur Utama PT KCI Minta Korban Pelecehan Seksual di KRL Berani Melapor
Hal tersebut bisa dilakukan lantaran ia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengintaian secara undercover.
Penulis: Rangga Baskoro |
WARTA KOTA, SAWAH BESAR - Baru-baru ini Dirut PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) Muhammad Nurul Fadhila mengklaim pihaknya berhasil menangkap pelaku pelecehan seksual di dalam rangkaian kereta relasi Tanah Abang-Duri.
"Sekitar 1,5 bulan yang lalu, sekarang kasusnya sedang diproses kepolisian," ujar Fadhila saat konferensi pers di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).
Hal tersebut bisa dilakukan lantaran ia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengintaian secara undercover. Saat itu petugas tersebut melihat sendiri perlakuan tak senonoh di dalam kereta.
Baca: 17 Stasiun Disebut Jadi Biang Kemacetan, Ini Kata Direktur Utama PT KCI
"Jadi dia yang menyaksikan, dia yang menangkap tangan, dan dia yang melaporkan," ungkapnya.
Fadhila menyatakan, pihaknya tak akan tinggal diam apabila tindakan kriminal terjadi di dalam area hukumnya. Meski begitu, ia menyadari terkadang korban yang notabene merupakan perempuan kerap kali enggan melaporkan kejadian tersebut lantaran malu.
"Kami enggak mungkin memantau sebangak 3.000 orang di dalam satu rangkaian kereta. Karena itu kami berharap agar kejadian ini tak terulang lagi, para korban mau berani melaporkan kepada kami. Insya Allah akan kami tindak lanjuti. Ada risiko malu, sudah pasti. Tapi kalau enggak dilaporkan akan terulang lagi," papar Fadhila. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/direktur-utama-pt-kereta-commuter-indonesia-muhammad-nurul-fadhila_20180104_130619.jpg)