Terobos Palang Perlintasan, Ibu dan Anak Tewas Terhantam KRL di Bekasi
Seorang ibu dan anak tewas mengenaskan tertabrak KRL Commuter Line di perlintasan kereta api sebidang Bulak Kapal, Bekasi.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, BEKASI-Seorang ibu dan anak tewas mengenaskan usai tertabrak kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di perlintasan kereta api sebidang Bulak Kapal, Durenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (3/1/2018) siang.
Oleh petugas, jenazah Partini (46) dan anaknya laki-laki yang berusia 10 tahun ini langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi.
Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan, kedua korban tertabrak kereta karena sang ibu yang saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J bernopol B 3111 FNB ini menerobos palang pintu kereta yang sudah tertutup.
Saat menyeberang perlintasan kereta itu, mereka tertabrak KRL Commuter Line dari arah Cikarang menuju Jakarta.
“Tubuh korban dan sepeda motornya terpental sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Kedua korban tewas di lokasi kejadian,” kata Erna.
Erna mengatakan, warga dan petugas tidak sempat menghalau laju sepeda motor Partini.
Sebab setibanya di palang pintu, Partini langsung bergegas menyeberang palang pintu perlintasan dari Jalan Ir. H. Djuanda menuju Perumnas III.
Warga yang melihat kejadian itu langsung melaporkan hal ini ke Mapolsek Bekasi Timur.
“Keluarga korban di Perumahan Villa Mutiara Cikarang II Blok D, Desa Sukasejati, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi sudah diberi kabar terkait hal ini,” ujarnya.
Menurut Erna, kejadian ini juga mengakibatkan perjalanan KRL dari Cikarang menuju Jakarta menjadi terganggu.
Soalnya sepeda motor Partini tersangkut di bagian depan kereta hingga terseret hingga ratusan meter dari lokasi kejadian.
Saat ini, kata dia, kasus tersebut ditangani oleh Unit Laka Polres Metro Bekasi Kota. “Kami mengimbau warga untuk berhati-hati jika akan melintas diperlintasan kereta, karena sudah banyak kejadian tabrak kereta,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Satuan Lalu Lintas Polrestro Bekasi Kota, kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang periode 2016 hingga 2017 di wilayah hukum setempat mengalami penurunan sebanyak 99 kejadian. Pada 2016 tercatat ada 517 laporan kasus laka lantas, sedangkan pada 2017 menurun menjadi 418 kasus.
Kapolrestro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto menambahkan, penurunan angka kecelakaan karena naiknya tingkat kesadaran pengendara tentang persyaratan berlalu lintas.
Menurut dia, naiknya kesadaran masyarakat tidak luput dari upaya preventif yang dilakukan petugas Satlantas Polrestro Bekasi Kota.
“Petugas Lantas kerap memberikan imbauan tentang tata tertib berkendara ke masyarakat, dari ke sekolah-sekolah sampai ke permukiman,” kata Indarto.
Indarto mengatakan, penyebab umumnya kasus kecelakaan di Kota Bekasi dipicu faktor kelaikan kendaraan seperti rem blong dan lampu kendaraan yang mati dan kesalahan manusia (human error).
Adapun insiden kecelakaan paling banyak terjadi di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Bekasi Selatan, Jalan Perjuangan Kecamatan Bekasi Timur, Jalan Siliwangi Kecamatan Narogong dan Jalan Raya Komsen Kecamatan Jatiasih.
“Untuk jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia, tercatat menurun dari 71 orang pada 2016 menjadi 46 orang pada 2017,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171030imbas-krl-anjlok-di-stasiun-jatinegara-penumpang-keluhkan-sistem-kcj_20171030_154656.jpg)