Telan Dana Rp 2 Triliun Lebih, Bandara Ngurah Rai Akan Reklamasi Laut

Reklamasi dilakukan dengan cara menguruk laut yang terletak di sisi barat bandara sepanjang 500 meter dan lebar 900 meter.

Telan Dana Rp 2 Triliun Lebih, Bandara Ngurah Rai Akan Reklamasi Laut
KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI
Suasana di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai 

WARTA KOTA, JAKARTA- General Manager Bandar Udara International Ngurah Rai, Bali, Yanus Suparayogi mengatakan, proyek perluasanBandara Ngurah Rai diperkirakan akan menelan dana Rp 2,2 Triliun.

Perluasan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Bandara Ngurah Rai menjelang pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting yang rencananya akan digelar Oktober 2018 di Bali.

Yanus menjelaskan, untuk memperluas bandara, pihaknya akan melakukan reklamasi di sisi barat. Reklamasi dilakukan dengan cara menguruk laut yang terletak di sisi barat bandara sepanjang 500 meter dan lebar 900 meter. 

“Saat ini sudah proses tender. Proyek ini memang berkaitan dengan persiapan kegiatan IMF,” kata Yanus saat ditemui di Kuta, Rabu (3/1/2018).

Keputusan reklamasi, sambung Yanus, melalui sejumlah pertimbangan. Sebelumnya memang ada opsi untuk menggunakan tiang pancang. 

Namun jika menggunakan tiang pancang, akan mengunakan peralatan tertentu yag dapat mengganggu aktivitas penerbangan. Berbeda dengan reklamasi yang hanya menggunakan kapal tongkang.

“Kalau pakai tiang pancang kan aktivitas bandara harus dihentikan selama 12 jam sehari, karena itu kita pilih opsi reklamasi,” tutupnya.

KOMPAS.COM/Robinson Gamar
Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Perluasan Bandara Ngurah Rai Dilakukan dengan Reklamasi Laut

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved