Warga Berharap Gubernur DKI Dapat Atasi Banjir Rob

Kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, hingga kini masih dilanda banjir rob, Senin (1/1/2018).

Warga Berharap Gubernur DKI Dapat Atasi Banjir Rob
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, hingga kini masih dilanda banjir rob, Senin (1/1/2018). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Di Kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, hingga kini masih dilanda banjir rob, Senin (1/1/2018).

Di lokasi, warga yang rata-rata berprofesi selaku nelayan ikan tradisional, berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, untuk tangani banjir rob yang seringkali menerjang bertahun-tahun lamanya.

Nampak pemukiman kumuh di nelayan Muara Angke ini terpantau pasrah, dikarenakan tahun ke tahun wilayahnya terendam banjir rob. Saat ini ketinggian air mencapai lebih 20 sentimeter di lokasi.

Aktivitas warga, terlihat terganggu. Kendaraan-kendaraan milik warga setempat, banyak yang enggan dikeluarkan dari rumah, lantaran takut mogok di saat melintasi banjir rob tersebut.

Beberapa warga ada juga yang memanfaatkan genangan rob itu, untuk mencuci sepeda, serta mobil bak ikan miliknya. Terlihat suasana pada pasca tahun baru di kawasan kumuh tersebut, sepi akan aktivitas warga.

"Sudah dari tahun ke tahun warga di sini sudah langganan banjir rob setiap bulan purnama. Di sini, mana pernah sih kering. Selalu saja basah sama banjir rob. Semoga saja di tahun baru ini Pak Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), datang ke sini. Bisa berpikir gimana cara untuk kebaikan warga di sini. Bagaimana ingin maju kotanya dan bahagia warganya, kalau warga di sini saja masih diterjang banjir rob," papar Ajid (41), warga setempat.

Sementara warga lainnya, Yusuf (50), katakan tidak ada perubahan di kawasan Muara Angke. Menurutnya, selalu saja diterjang banjir rob.

"Setiap tahun selalu seperti ini (Banjir Rob) pak dan enggak ada perubahan. Kalau bisa, jajaran Pemprov DKI ya berpikir, buat kek saluran yang bisa mengalirkan genangan rob ini kembali ke laut, atau bagaimana caranya lah. Kami, hanya warga biasa. Selalu diterjang seperti ini, bosan juga pak. Kalau mau dipindahkan atau relokasi ya mau direlokasi kemana kami ini? Tidak ada gerakan cepat dari pemerintah pak. Kemudian, anak-anak kecil disini sering diterjang macam-macam penyakit jadinya," paparnya.

Sementara, Nirwono Joga, sebagai Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti ini, jelaskan
fenomena supermoon harus diantisipasi, oleh pihak pemerintah setempat. Dikatakannya lagi pihak pemerintah pun harus siapkan anggaran untuk mengatasi banjir rob.

"Dalam ancaman supermoon, intensitas hujan tengah tinggi beberapa debit air di kali Jakarta gampang meninggi. dibarengi dengan kiriman air dari bogor bukan tak mungkin, bukan hanya utara tapi wilayah lainnya juga banjir. Saya pun sarankan kepada pemerintah, khusus tanggal 29 Januari-1 Februari nanti, Pemerintah DKI itu segera selesaikan pekerjaan rumahnya. Antara lain, pengecekan seluruh saluran air, kesiapan pompa air dan inspeksi hingga perbaikan pada tanggul yang retak, dibarengi dengan kesiapan evakuasi bencana dikawasan langganan banjir seperti pemukiman dekat bantaran sungai dan daerah cekungan. Pemerintah, jangan sampai ada alasan lagi bilang enggak ada anggaran di kasus ini. Ini darurat," jelasnya. (*)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved