Pemkot Jaktim Targetkan Raup Rp 1 Triliun Dari Kewajiban Penyerahan Lahan Pengembang

Selama 15 bulan kita telah menerima Rp 720 miliar, dengan bekerja cepat, target Rp 250 miliar agar bisa tembus angka Rp 1 triliun.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Gede Moenanto
m13/Joko Supriyanto
Ilustrasi. Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana. 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menargetkan Rp 1 Triliun dalam menggali potensi dari kewajiban penyerahan lahan dari pengembang.

Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keungan (BPK) RI, menemukan sejak 1971 ditemukan 256 pengembang berada di Jakarta Timur.

Hingga akhir 2017, baru 15 pengembang yang baru 15 pengembang yang melakukan Berita Acara Serah Terima (BAST).

"Selama 15 bulan kita telah menerima Rp 720 miliar. Dengan bekerja cepat, kami bisa menambah Rp 250 miliar agar bisa tembus angka Rp 1 triliun," kata Bambang, Sabtu (30/12/2017).

Menurut Bambang hasil tesebut masih jauh dari target yang diinginkan. Pasalnya, pihaknya telah diperintahkan Gubernur Anies Baswedan untuk terus menjaring potensi dengan hasil berupa fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).

Dikatakan Bambang, ratusan pengembang yang berdiri di wilayahnya telah mendapatkan sosialisasi dari Tim Pengawas dan Pegendalian Pembangunan Wilayah (TP3W) Jakarta Timur.

Menurutnya, TP3W telah memetakan mana saja yang dapat digali yang berujung kontribusi pengembang kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

"Mereka sudah dikumpulkan, kita layani dan dipetakan. Hasil pemetaan ini dikirimkan kepada Pemprov DKI," katanya.

Untuk itu pelaksanaan BAST ini melalui tahapan panjang berupa penelitian dokumen dan adminitrasi perusahaan. Dari pengkajian tersebut TP3W kemudian juga melakukan peninjauan langsung ke tiap kantor pengembang.

Karena itu, saat ini pihaknya tengah ngebut untuk terus mendapatkan potensi yang ada. Pasalnya, pada 2018 mendatang pihaknya tengah berencana untuk membangun rumah susun (rusun).

"Kan dalam aturannya ada penyediaan atau pembangunan rusun, Jakarta Timur lagi butuh itu," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Intirub Tomoti Alamsyah mengatakan, pihaknya dalam BAST telah menyerahkan tanah sebesar 2.600 m2. Tanah ini diperuntukan untuk marga jalan.

"Kami juga menyerahkan Rp 11 miliar," katanya.

Dia menyatakan, kewajiban ini merupakan kontribusi positif dari perusahaan untuk pemerintah. Pihaknya menyarankan kepada perusahaan yang belum menyerahkan kewajiban agar segera memproses.

"Karena ini untuk kebaikan masyarakat juga," katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved