Breaking News:

Produksi Senjata Kujang Tak Bisa Sembarangan Ada Ritual Khusus dan Kesabaran

Dijelaskannya butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa menyelesaikam satu kujang ageman.

Editor:
Tribun Bogor
Wahyu Affandi, seorang pengrajin Kujang memperlihatkan Kujang Ageman yang pembuatannya harus dengan puasa terlebih dahulu. 

WARTA KOTA, BOGOR - Tidak sembarang orang bisa memproduksi senjata khas Jawa Barat, Kujang.

Seorang Guru tepa atau pengerajin Kujang, Wahyu Affandi mengatakan, bahwa ada tata cara khusus untuk bisa membuat Kujang.

Bahkan dirinya mengaku harus berpuasa tidak makan dan minum selama satu hari.

"Iya terutama untuk kujang ageman atau simpanan pribadi, dibuatnya ada unsur spritual," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (29/12/2017).

Dijelaskannya butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa menyelesaikam satu kujang ageman.

"Iya jadi butuh kesabaran juga, untuk itu kitanya juga perlu suci," jelasnya.

Dia melanjutkan bahwa, dirinya pun tidak bisa membuat kujang sebelum mengetahui identitas seseorang yang hendak memiliki kujang ageman.

"Jadi ada syaratnya, saya harus tahu nama lengkap, temoat tanggal lahir, hingga jabatannya," terangnya.

Hal itu, lanjutnya, diperlukan untuk menentukan jenis kujang apa yang cocok dimiliki seseorang.

"Kemudian juga untuk menentukan jumlah mata kujanya, misalnya jabatannya selevel guru besar, itu mata kujangnya dibuatnya bisa sampai tujuh," urainya.

Dia pun menambahkan bahwa tak sedikit masyarakat yang percaya bahwa dalam kujang ageman itu mengandung unsur kemistisan.

"Itu tergantung persepsi masyarakat memandangnya seperyi apa, tapi yang jelas bagi saya kujang ageman itu sebagai identitas yang mencirikan orang Sunda," pungkasnya. (Mohamad Afkar Sarvika)

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved