Pengguna Narkoba di Jaksel Didominasi Remaja

Sebanyak 77 dari 141 pasien rehabilitasi rawat jalan di klinik Pratama swastinara BNNK Jaksel pada 2017 adalah remaja pengguna sabu-sabu.

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU--Badan Narkotika Nasional Kota Adminsitrasi (BNNK) Jakarta Selatan mengungkap sejumlah jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan oleh para pengguna narkoba pada periode 2017.

Kepala BNNK Jakarta Selatan, AKBP Denny Rihar Santika, Jumat (29/12/2017), mengatakan, dari 141 pasien rehabilitasi rawat jalan di klinik Pratama swastinara BNNK Jakarta Selatan yang masuk pada 2017, 77 orang di antaranya adalah remaja pengguna sabu-sabu.

Adapun jenis narkotika atau psikotropika yang disalahgunakan adalah ganja yang disalahgunakan oleh 10 orang, sabu-sabu 77 orang, sedative hiptonik enam orang, tembakau gorilla empat orang, metadone dan opiat empat orang, serta multidrugs termasuk alkohol 40 orang.

"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba masih terus menjadi ancaman serius bagi setiap negara," Kata Denny Rihar Santika di kantor BNNK Jakarta Selatan.

Adapun penyebabnya menurut Denny karena terjadinya peningkatan produksi narkoba secara ilegal, dan pendistribusian yang begitu meluas dan tidak lagi mengenal batas-batas negara.

"Sebagai salah satu lembaga vertikal, BNNK Jakarta Selatan memegang peranan penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba untuk wilayah Jakarta Selatan," tuturnya.

Untuk itu, ujarnya, sepanjang tahun 2017 BNNK Jakarta Selatan berupaya memaksimalkan program Pencegahan Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Jaksel.

“P2M telah melakukan langkah-langkah kampanye stop narkoba pada kegiatan Festival Palang Pintu Kemang, kampanye stop narkoba rutin pada saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), juga sosialisasi bahaya narkoba ke 60 SMP dan SMA di Jakarta Selatan.

"Selain itu, kami juga membentuk relawan anti narkoba, dan kerap menggelar tes uji narkoba,” ungkapnya.

Denny berharap, masyarakat menyadari betapa berbahayanya narkoba tidak hanya bagi kesehatan, namun juga bagi lingkungan.

Untuk itulah, pihaknya juga menggelar operasi penyalahgunaan narkoba di beberapa rumah kos, kontrakan, atau tempat-tempat hiburan malam di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

"Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan pihak kecamatan, kelurahan, Polres Metro Jakarta Selatan, Detasemen Polisi Militer (Denpom), Komando Distrik Militer (Kodim), serta Pihak Imigrasi," ujarnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved