Breaking News:

Sekjen Projo Jadi Korban Bully dan Fitnah Berujung Laporan ke Polisi

Beredar meme berisi fitnah tentang dirinya secara berantai di media sosial, sehingga dia melaporkan sejumlah nama ke polisi.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Dwi Rizki
Dalam meme yang beredar lewat grup whatsapp DPC Projo se-Jabar, dirinya yang tengah berdiri di depan spanduk Aksi Damai 212 lengkap dengan mengenakan baju koko dan peci itu dicap sebagai pengkhianat Jokowi. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Terpendam lama serta gusar akan kondisi Pro Jokowi atau Projo saat ini, Sekretaris Jenderal Projo, Guntur Serigar melaporkan sejumlah anggota Projo kepada pihak Kepolisian.

Pasalnya, bukan hanya difitnah, Guntur mengaku dicemarkan nama baiknya lewat beragam meme yang beredar di kalangan pendukung Presiden Joko Widodo beberapa waktu belakangan.

Nasi mungkin sudah menjadi bubur, kenyataan pahit pun kian dirasakan Guntur.

Usai dilengserkan sepihak oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi dari jabatan Sekretaris Jenderal Projo digantikan oleh Handoko Wicaksono pada tanggal 1 Desember 2017 lalu, justru beredar meme berisi fitnah tentang dirinya.

Dalam meme yang beredar lewat grup whatsapp DPC Projo se-Jabar, dirinya yang tengah berdiri di depan spanduk Aksi Damai 212 lengkap dengan mengenakan baju koko dan peci itu dicap sebagai pengkhianat Jokowi.

Bahkan, dalam tulisan yang tercetak dalam potret tersebut, Guntur disebut rasis dan menggelapkan mobil organisasi.

Pura-pura dukung Jokowi, Memfitnah dan mengadu domba pendukung Jokowi, rasis dan anti cina, menggelapkan mobil organisasi, punya utang di mana-mana. Buat organisasi Madani Indonesia menjadi Sekjen tapi ribut dan akhirnya pecah. Di mana2 dan dengan semua orang konflik terus, demikian bunyi kalimat tercetak dalam meme.

Berbekal screenshoot serta potret meme, pria kelahiran Medan, 12 Desember 1969 itu terpaksa mengambil langkah hukum dengan melaporkan dua orang pengurus Projo, yakni D (Daady) dan O (Oli) kepada Bareskrim Mabes Polripada tanggal 4 Desember 2017 lalu.

Keputusan tersebut sengaja dilakukannya agar permasalahan terus berlarut, sebab intrik yang terjadi katanya kian memicu perpecahan dalam tubuh Projo.

"Kesabaran saya sudah habis, bahwa yang membuat dan menyebarkan meme-meme fitnah yang keji itu selama ini tidak merasa bersalah dan tidak mencoba minta maaf, akhirnya saya laporkan. Karena, sampai sekarang saya juga tidak tahu apa motifnya dan siapa yang suruh buat meme-meme itu, saya tidak mau berprasangka, biarkan saja, nanti akan terbukti di pemeriksaan polisi," ungkapnya kepada Warta Kota pada Sabtu (23/12/2017) malam.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved