Pengembang Reklamasi Jakarta Bakal Digugat 200 Orang

Para pemonhon ini menggugat PT Kapuk Niaga Indah (KNI) sebagai pengembang Pulau C dan D dalam proyek reklamasi teluk Jakarta

Editor: Ahmad Sabran
KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA
Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta, Jakarta Utara. 

WARTA KOTA, JAKARTA-  Kuasa hukum penggugat pengembang reklamasi Rendy Anggara Putra mengaku akan menyiapkan langkah hukum setelah gugatan kliennya dihentikan di Badan Penyelesaian Sengketa (BPSK) DKI Jakarta.

BPSK telah memutuskan menghentikan gugatan pada sidang ketiga yang dilaksanakan pada Senin (18/12) lalu.

Para pemonhon ini menggugat PT Kapuk Niaga Indah (KNI) sebagai pengembang Pulau C dan D dalam proyek reklamasi teluk Jakarta ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) DKI Jakarta.

Mereka ingin PT KNI mengembalikan uang cicilan yang telah dibayarkan untuk 10 unit rumah dan 1 unit Rukan dengan total nilai Rp 30,9 triliun lantaran hingga saat ini belum ada kejelasan soal proyek reklamasi.

Setelah sidang gugatan dihentikan oleh BPSK, Rendy mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu penetapan oleh BPSK.

"Kita akan menunggu penetapan dari BPSK, setelah itu baru kita tentukan langkah hukum selanjutnya," kata Rendy saay dihubungi KONTAN, Jumat (22/12).

Sementara menunggu putusan BPSK yang menurut Rendy baru akan keluar pada Rabu (27/12) mendatang, pihaknya juga akan menjaring konsumen lainnya yang juga menginginkan pengembalian dana.

"Nanti juga akan banyak lagi, konsumen yang sudah kontak saya sekitar 200 orang," lanjut Rendy.

Hingga berita ini diturunkan, KONTAN belum berhasil menghubungi kuasa hukum PT KNI Kresna Wasedanto. Kresna tak mengangkat sambungan telepon maupun membalas pesan pendek KONTAN.

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul 200 konsumen siap gugat pengembang reklamasi

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved