Breaking News:

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya SMPN 32 Harus Pakai Sisa Material yang Roboh

Pemugaran bangunan cagar budaya SMPN 32 Jakarta yang roboh mesti menggunakan puing-puing material sisa kerusakan.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota
Para petugas di lokasi robohnya SMPN 32 di Jalan Pejagalan, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

WARTA KOTA, GAMBIR - Pemugaran bangunan cagar budaya SMPN 32 Jakarta yang roboh mesti menggunakan puing-puing material sisa kerusakan.

Arkeolog senior di tim ahli cagar budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI, Candrian Attahiyyat, memastikan akan segera mengambil langkah agar material di lokasi roboh tetap aman.

"Saya rasa pasti sekarang mulai ada juga material yang diambil-ambili itu," ucap Candrian ketika dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (21/12/2017).

Candrian menilai bangunan buatan 1880 yang roboh di SMPN 32 sudah tak layak berdiri.

Candiran mengetahui itu dari beberapa kali peninjauan kesana sebelum roboh, dan foto-foto terbaru usai roboh.

"Itu harus dirobohkan saja lalu dilakukan pemugaran total," ujar Candrian.

Pemugaran total akan dilakukan dengan mencampurkan sisa material yang masih layak pakai dari puing-puing di lokasi roboh dan material baru.

"Nanti pemugaran harus dilakukan sesuai dengan bentuk terakhir bangunan," kata Candrian.

Candrian mengaku bangunan itu memang belum masuk dalam cagar budaya milik Pemprov DKI.

Tapi selama 8 bulan ini tim sidang pemugaran dan tim ahli cagar budaya Disparbud Pemprov DKI sedang mengkaji untuk memasukkan bangunan dalam daftar cagar budaya Jakarta.

"Makanya karena sedang dalam kajian, status bangunan ini tetap cagar budaya," kata Candrian.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved