Breaking News:

Kisah Menginspirasi dari Panti Asuhan Pa Van Der Steur

Yayasan Oranje Nassau mengganti nama menjadi 'Panti Asuhan Pa Van Der Steur

Penulis: Anggie Lianda Putri | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Pagar pintu masuk Panti Asuhan Pa Van Der yang beralamat di Pondok Melati, Bekasi, Jumat (22/12/2017). 

Namun seiring berjalannya waktu panti ini mulai kehabisan dana dan mendatangi rumah mantan anak panti yang sudah sukses bernama Tine untuk dimintai bantuan.

Tine adalah anak yang dititipkan orang tuanya (Sulinah) saat masih berumur empat tahun. Saat itu orang tua Tine sangat miskin dan tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya, setelah berfikir panjang dan bergelut dengan perasaan yang hancur lebur, Sulinah memutuskan untuk menitipkan Tine ke Panti dengan harapan anaknya disekolahkan agar bisa membaca dan menulis.

Selama 13 tahun Tine menyimpan kemarahan karena tidak pernah mengerti kenapa ibunya tega diam-diam lari meninggalkannya di Panti Asuhan ini.

Sampai akhirnya saat Tine berumur 17 tahun ia dipertemukan dengan ibunya. Saat bertemu, pertanyaan pertama Tine adalah 'Kenapa mama tega sekali meninggalkan saya?'

Sulinahpun bercerita bahwa saat meninggalkan Tine waktu itu rasanya sangat sakit seperti memotong tangannya tanpa dibius, tapi Sulinah harus rela dan berbesar hati agar Tine bisa sekolah dan menjadi orang sukses. Serta berpesan agar Tine mendapatkan pendamping hidup yang berasal dari anak panti juga.

Penghuni Panti Asuhan Pa Van Der Steur saat makan siang, Jumat (22/12).
Penghuni Panti Asuhan Pa Van Der Steur saat makan siang, Jumat (22/12). (Warta Kota/Anggie Lianda Putri)

Setelah mendengarkan penjelasan Sulinah, kemarahan Tine berubah menjadi semangat yang menggebu-gebu untuk menjadi orang sukses.

Berjalannya waktu, Tine lulus SMA lalu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan menikah dengan Ibrahim yang merupakan anak Panti Asuhan Van Der Steur juga.

Tine dan Ibrahim keluar dari panti dan menjadi orang sukses.

Saat didatangi pengurus panti pada tahun 1953 mereka sempat menolak karena merasa tidak mampu untuk mengurus 250 anak yang ada saat itu.

Karena sudah tidak ada dana lagi, panti berencana akan dibubarkan dan 250 anak akan dititipkan ke panti asuhan lain.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved