Kafe Remang-remang Sarang Prostitusi di Kawasan Bandara Soetta Diobrak-abrik Aparat

Kafe tersebut berbentuk bangunan semi permanen yang berlokasi di sepanjang Jalan Kali Perancis, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Kafe Remang-remang Sarang Prostitusi di Kawasan Bandara Soetta Diobrak-abrik Aparat
Warta Kota/Andika Panduwinata
Sejumlah aparat menertibkan kafe remang-remang di kawasan Bandara Soetta, Rabu (20/12). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG -- Puluhan kafe remang-remang yang berada di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang diobrak-obarik aparat pada Rabu (20/12/2017).

Kafe tersebut berbentuk bangunan semi permanen yang berlokasi di sepanjang Jalan Kali Perancis, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Sebanyak 450 personel gabungan diterjunkan dalam prosesi penertiban ini. Aparat gabungan tersebut meliputi dari kepolisian, TNI, serta Satpol PP.

Sejumlah aparat menertibkan kafe remang-remang di kawasan Bandara Soetta, Rabu (20/12).
Sejumlah aparat menertibkan kafe remang-remang di kawasan Bandara Soetta, Rabu (20/12). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Hal itu diungkapkan langsung oleh Branch Communication Manager Bandara Soetta, Dewandono Prasetyo.

Ia menjelaskan bangunan - bangunan liar yang diluluh lantakan ini berdiri di atas lahan PT Angkasa Pura II dan sebagai jalur evakuasi pendaratan darurat pesawat udara.

"Kali Perancis yang membentang dari kawasan Dadap, Kabupaten Tangerang, hingga ke Kecamatan Benda memiliki peran strategis dalam menunjang keselamatan dan keamanan penerbangan," ujar Pras kepada Warta Kota di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (20/12/2017).

Menurutnya jalur keberadaan kafe remang - remang itu akan memudahkan masyarakat untuk hilir mudik di kawasan Bandara Soetta.

Para pemilik bangunan juga sudah dikirimkan surat peringatan pengosongan lahan.

“Sebelumnya kami telah berkoordinasi dengan pihak Pemkot Tangerang untuk melayangkan surat peringatan terlebih dahulu,” ucapnya.

Sementara itu Kabid Penegakan Hukum Daerah (Gakumda) Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang menyatakan penertiban bangunan tersebut sesuai dengan peraturan daerah nomor 7 dan 8 tahun 2005 tentang larangan prostitusi dan peredaran minuman keras.

Ia menyebut wadah bisnis prostitusi itu memang telah ditertibkan beberapa kali, namun mereka kembali mendirikan bangunannya lagi.

“Kami menemukan sejumlah alat kontrasepsi dan minuman keras saat melakukan penertiban bangunan tersebut,” kata Kaonang. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved