Survei PolMark: 52,4 Persen Responden Ingin Jokowi Jadi Presiden Lagi, Ini Dua Alasan Utamanya

Hasil survei PolMark Indonesia mengungkapkan, 52,4 persen responden menginginkan Joko Widodo kembali menjadi Presiden Republik Indonesia.

Survei PolMark: 52,4 Persen Responden Ingin Jokowi Jadi Presiden Lagi, Ini Dua Alasan Utamanya
JURU FOTO KEPRESIDENAN/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan dua waduk di Sukamahi dan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/12/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Hasil survei PolMark Indonesia mengungkapkan, 52,4 persen responden menginginkan Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi Presiden Republik Indonesia.

Keinginan tersebut muncul lantaran Jokowi dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan baik serta merakyat.

"Bukti kerja serta gaya kepemimpinan yang merakyat, merupakan dua alasan pokok mereka yang menginginkan kembali Jokowi sebagai Presiden," kata CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah, saat merilis hasil survei di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2017).

Baca: Warga Bingung Mau Mengadukan Apa ke Kecamatan Pademangan

Alasan lain responden mengingikan Jokowi kembali menjadi Presiden, karena kinerjanya terbukti dan dapat dirasakan (29,4 persen), merakyat (terjun langsung ke masyarakat) sebanyak 28,7 persen, agar dapat melanjutkan program kerja (9,2 persen).

Baca: Hasil Survei Indo Barometer, 61,8 Persen Ingin Jokowi Jadi Presiden Lagi

Baca: Sekjen Demokrat: AHY dengan Jokowi Bagaikan Anak Gadis Cantik

Peduli rakyat (8,1 persen), baik dan ramah (4,7 persen), jujur (4,7 persen), tegas dan berwibawa (3,8 persen), lainnya (8,9 persen), dan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 2,5 persen.

Sedangkan 26 persen responden tidak mengingkan kembali Jokowi sebagai Presiden, serta 21,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

"Sementara, mereka yang tidak mengingikan Jokowi menjadi Presiden mengemukanan empat alasan, yakni ingin calon baru, kinerja yang tidak terbukti, kurang tegas dan berwibawa, dan ekonomi yang tidak berkembang," papar Eep Saefulloh Fatah.

Baca: Sandiaga Uno Nilai Pengaduan Masyarakat di Kantor Kecamatan Lebih Efektif

Seluruh data diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan 2.600 responden di seluruh provinsi, yang diadakan pada 13-25 November 2017.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error 1,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved