Kebutuhan SPG di Indonesia Sekitar 40.000

Pekerjaan sebagai frontliners memegang peranan dalam penjualan. Kendati memegang peranan penting, posisi ini masih belum jadi pilihan.

Penulis: | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Lilis Setyaningsih

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih

WARTA KOTA, BINTARO - Sebagai garda depan yang berhubungan dengan konsumen, pekerjaan sebagai frontliners (in-store promotor, merchandiser, dan salesman/salesgirl) memegang peranan dalam penjualan. Kendati memegang peranan penting, posisi ini masih belum jadi pilihan.

"Pekerjaan ini kurang popular. Salah satu tandanya anak kecil masih belum mau jadi SPG. Makin kesini SPG dianggap remeh," ujar CEO PowerSwitch Indonesia Husain Haykal saat #Inigue, Festival Frontlinera di Bintaro X-Change Mall, Minggu (17/12).

Saat ini diperkirakan setiap tahun diperlukan 40.000 SPG.

Usia ideal SPG antara 19 sampai 23 tahun.

Sejauh ini kebanyakan profesi SPG sebagai batu loncatan bukan karier.

Tapi dengan kerja partime, akan dapat pengalaman untuk ke jenjang yang lebih tinggi.

"Banyak level manajer yang berawal dari frontliner. Karena mereka lebih tahu langsung pasar," ujar Haykal lagi.

Di era saat ini ketrampilan SPG pun harus bertambah. Kemampuan menguasai produk dan teamwork. Termasuk sikap.

Penyanyi jebolan Indonesia Idol Virzha mengaku pernah menjadi SPG.

Dan ternyata pengalaman itu membuat dirinya berani tampil di depan.

"Enggak perlu mimpi jadi dokter kelamaan. Jadi SPG sebagai batu loncatan. Berani tampil di depan. Terlebih ketatnya dunia kerja. Harus yakin dengan diri sendiri," ujarnya dikesempatan yang sama.

Untuk memberikan apresiasi kepada para frontliner, saat merayakan ulang tahun ke-6, PowerSwitch, salah satu agensi marketing terbesar di Indonesia pada hari ini menyelenggarakan Festival Frontliners pertama di Indonesia yang bertajuk #INIGUE, untuk mengajak para frontliners agar bangga terhadap profesinya.

Bertempat di area taman Bintaro X-Change Mall, para pengunjung dapat mengetahui Iebih jauh tentang profesi frontliners, menikmati festival makanan dan pertunjukan musik yang dimeriahkan oleh Nidji, Kotak, Citra Scholastika Pas Band, Bastian Steel, Sandy Canester, Virzha dan Husein.

"#INIGUE festival merupakan bentuk apresiasi kami terhadap profesi front/iners yang memberikan kontribusi besar di dunia pemasaran. Profesi front/iners tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dengan #INIGUE festival, kami ingin mengajak front/mars untuk memiliki rasa bangga terhadap profesi mereka. Kini saatnya frontliners menanamkan rasa percaya diri bahwa mereka adalah orang-orang berkualitas di bidang pemasaran," ujar Husain Haykal selaku CEO PowerSwitch Indonesia pada saat jumpa pers #INIGUE festival hari ini.

PowerSwitch telah memberdayakan dan bekerjasama dengan lebih dari 8.000 anak muda di 27 provinsi di Indonesia untuk lebih produktif dan percaya diri sebagai garda depan field marketing.

Saat ini front/iners tidak hanya bertugas menawarkan produk, melainkan mereka juga mengumpulkan consumer insight melalui wawancara kepada para pembeli.

Penyanyi Virzha mengungkapkan rasa kagumnya kepada para frontliners.

“Sebagai representasi dari sebuah brand, mereka selalu menunjukkan sikap ramah dan menyenangkan. Frontliners paham bagaimana membangun engagement dengan konsumen sehingga komunikasinya tidak membosankan. Sebagai bagian penting dari pemasaran sebuah brand, seorangfrontliner harus bangga terhadap profesinya," ungkap Virzha.

“Kami ingin mengubah image profesi frontliners yang sering kali dianggap sebelah mata. Kami berkomitmen untuk mendukung anak muda Indonesia lebih mandiri dan produktif di usia muda daiam mengejar mimpi, salah satunya dengan memberikan kesempatan bekerja paruh waktu sebagai frontliners”, kata Managing Director Power Switch Indonesia, Omar Shahab.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved