Breaking News:

Koran Warta Kota

Datang 10 Kali, Baru Bisa Beli Air Setan

Tidak sembarang orang bisa mendapatkan sabu-sabu cair (liquid) di diskotek MG Internasional Club. Sabu itu khusus untuk pemilik kartu member.

Warta Kota/Henry Lopulalan
SEBANYAK 80 botol sabu liquid atau cair ditemukan dalam penggeledahan di diskotek MG Internasional Club, Minggu (17/12/2017). Satu botol isi 330 mililiter sabu liquid dijual seharga Rp 400.000. 

Kota lain

Johny meyakini, peredaran sabu cair dengan melarutkan di dalam air mineral tidak hanya terjadi di Jakarta.

Namun, juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

"Contoh kemarin pil PCC kan (ditemukan) di Semarang, artinya bukan tidak mungkin sabu cair ini sudah beredar di kota besar lain, apalagi dengan modus seperti ini (air mineral)," ujarnya.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN Sulistian­driatmoko juga meyakini adanya jaringan narkoba cair di kota-kota besar, tidak hanya di Jakarta.

"Si koki atau juri racik ini kan punya keahlian dalam meramu. Ddia pasti punya niat untuk mendapat keuntungan banyak," katanya.

Koki itu, lanjut dia, diduga juga melayani diskotek lain, tak hanya diskotek MG. Bisa saja koki itu juga mengedarkan narkoba cair ke perusahaan yang bekerja sama dengan diskotek MG atau jaringan lainnya.

"Karena logikanya, rugi sekali kalau dia punya keahlian seperti itu, tapi hanya jual (narkoba cair) di diskotek MG atau satu tempat saja kan," ucap Sulis.

Lima tersangka

Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, dalam penggerebekan Minggu pagi, terdapat 40 wanita dan 80 pria yang merupakan pengunjung dan karyawan MG, yang harus assessment oleh jajaran BNNP DKI Jakarta, karena telah terbukti positif narkoba.

Sebanyak 110 diantaranya sudah dipulangkan.

"Lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Antara lain FD selaku captain, DM selaku penghubung, WA selaku pengawas, FER selaku penyedia, dan MK sebagai kurir. Selain itu, saat ini penyidik sedang pemeriksaan yang secara bertahap kepada dua petugas security, dua bartender, dua room boy, dua waiters,dua kasir dan satu disjoki. Kami gerebek saat para pelaku tengah memasak (mengolah) cairan narkoba itu (sabu liquid)," paparnya.

Pihaknya saat ini tengah memburu dua orang yang diketahui sebagai pemilik dan koordinator pengelolaan produksi sabu cair itu.

"Pemilik serta penanggung jawab laboratorium ataupun pabrik sabu liquid di MG Internasional Club itu atas nama Agung Ashari alias Rudy (RU), dan Samsul Anwar alias Awank sebagai koordinator lapangannya, sudah masuk dalam Daftar Pencaharian Orang (DPO) kami," papar Arman.

Ditutup

Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Jakarta, Edy Junaedi, menyatakan diskotek MG Internasional Club dipastikan ditutup permanen Senin (18/12).

"Iya akan ditutup permanen dan dicabut terkait izin usahanya," katanya Edy saat dikonfirmasi Warta Kota kemarin.

Penutupan itu, kata Edy, berdasar rekomendasi jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Dijelaskannya kembali, pihaknya juga akan melakukan pengecekan izin usaha untuk semua tempat hiburan malam di DKI Jakarta.

"Penutupan permanen rekomendasi dari pihak Disparbud DKI Jakarta. Kami, juga melakukan pengecekan izin usaha untuk seluruh diskotek yang ada di DKI Jakarta," ungkapnya.

Tunggu surat

Sedangkan Kasatpol PP Yani Wahyu Purwoko mengungkapkan bahwa saat ini diskotek MG masih dalam tahapan segel sementara karena masih menunggu surat dari pihak kepolisian dan juga BNN.

"Ini kan baru informasi dari media secara de facto ya. Ini kan baru informasi ya, tapi secara tertulis dari kepolisian dari BNN hasil penyidikan dan penyelidikan itu belum ada, belum sampai ke kami. Tapi kalau itu sudah sampai ke kami maka itu akan kami pastikan segel permanen dan akan dicabut TDUP-nya," ujar Yani Wahyu Purwoko saat ditemui awak media di Balai Kota, Senin (18/12/2017).

Yani pun mengkonfirmasi bahwa diskotek MG dipastikan akan disegel permanen dan juga akan ditutup mellihat dengan apa yang sudah diberitakan oleh media kemarin.

"Ya dipastikan itu pasti. Pasti itu lah. Tinggal tunggu surat dari kepolisian dan BNN saja," ujar Yani.

Cabut izin

Terpisah, Dinas Pena­naman Modal dan PTSP DKI Jakarta (DPMPTSP DKI) akan segera mencabut izin usaha diskotek MG.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI, Tinia Budiati, mengatakan sudah mengirim surat rekomendasi pencabutan izin usaha diskotek MG ke DPMPTSP DKI, Senin (18/12).

"Sudah saya kirim suratnya," kata Tinia kepada Wartakotalive.com, pagi ini.

Tinia mengatakan setelah menerima surat itu DPMPTSP DKI mesti segera mencabut izin usaha diskotek tersebut.

"Tidak ada ampun harus ditutup itu diskotek," ucap Tinia. (bas/m14/m16/ote/kps)

Berita selengkapnya baca koran Warta Kota edisi Selasa, 19 Desember 2017

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved