Jumat, 24 April 2026

Saran Dokter: Berhubungan Sekslah Sebanyak yang Kamu Bisa

Berhubungan seks dapat menaikan mood (suasana hati), meredam kegelisahan, dan mengatasi depresi.

Tribun Jogja
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BOGOR - Obat ternyata bukalah satu-satunya cara untuk menyembuhkan sebuah penyakit.

Merubah kebiasaan juga bisa menjadi satu di antara cara lain untuk membantu proses penyembuhan.

Hal ini dialami oleh seorang wanita bernama Penny Sullivan.

Dia diberi tahu oleh seorang dokter yang dia kunjungi di Australia untuk melakukan hubungan seks sebanyak yand dia bisa.

Penny didiaksona menderita gangguan bipolar.

Berhubungan seks dapat menaikan mood (suasana hati), meredam kegelisahan, dan mengatasi depresi.

Tribunjogja.com melansir dari laman Metro, Penny mengaku sudah memiliki kualitas hubungan intim yang cukup tinggi dengan suaminya.

Namun, dokter tetap menyatakan dia bisa melakukan hubungan seks sebanyak yang dia mampu.

Setelah mencoba melakukan apa yang dokter tersebut sarankan, Penny mengaku mood-nya menjadi lebih stabil.

Seorang ahli seksologi, Isiah McKimmle mengatakan seks mampu mengangkat mood melalui pelepasan hormon dan endorfin yang terjadi di otak kita.

Tak hanya itu, berhubungan intim menurutnya dapat meningkatkan oksitonin (hormon cinta dan ikatan), serotonin (hormon kebahagiaan), dan tingkat dopamin.

Dengan begitu, orang akan merasa dicintai, tertaut (dengan seseorang), dan bahagia.

Isiah menambahkan, pada air mani pria terdapat anti-depresan ringan.

Menurutnya, wanita yang berhubungan seks tanpa pengaman (kondom) memiliki mood dan emosi yang lebih stabil daripada yang menggunakan.

Lalu apa gangguan bipolar seperti yang diamali Penny itu?

Secara sederhana bipolar berkaitan dengan kondisi kesehatan mental dan gangguan mood atau emosi.

Bipolar sendiri memiliki beberapa jenis.

Bipolar 1, suatu kondisi di mana anda memiliki episode mania, dengan psikosis misalnya delusi, mendengar suara, dan atau halusinasi.

Bipolar 2, didefinisikan sebagai depresi berat.

Penderita tipe ini sering memikirkan orang yang benar-benar dia benci. Mood-nya juga sering meningkat dan mudah tersinggung.

Cyclothymia, penderitanya akan mengalami mood yang naik dan turun, tapi tidak seekstrim bipolar 2.

Kondisi ini tidak berarti mudah untuk tertawa, karena penderitanyamasih mengalami depresi dan hypomania.

Rapid Cycling adalah kondisi yang panas dan dingin (hot and cold).

Naik dan turun dalam persepsi bipolar adalah di mana penderita bisa dalam kondisi di atas kemudian turun, dari panas menjadi tiba-tiba dingin.

Dalam kondisi ini penderita bisa mengalami empat perubahan suasana hati dalam setahun.

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)
 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved