Breaking News:

BWF Dubai World Superseries Final 2017

Setelah Berpisah Praveen/Debby Fokus Tahun Depan

Praveen akan dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti. Sedangkan Debby bersama Ricky Karanda Suwardi.

Editor: Dewi Pratiwi
badmintonindonesia.org
Praveen Jordan/Debby Susanto gagal ke semifinal turnamen bulu tangkis BWF Dubai World Superseries Final 2017 

WARTA KOTA.COM,DUBAI - Partai penyisihan grup A ganda campuran BWF Dubai World Super Series Finals 2017 menjadi laga terakhir bagi Praveen Jordan/Debby Susanto.

Setelah berpasangan sejak tahun 2014, keduanya akhirnya dicerai oleh Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI, Richard Mainaky.

Mulai tahun depan, Praveen akan dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti.

Sedangkan Debby bersama Ricky Karanda Suwardi yang banting stir dari sektor ganda putra ke ganda campuran.

Selama berpasangan, Praveen/Debby telah mengoleksi sejumlah gelar diantaranya medali perunggu Asian Games 2014, medali emas SEA Games Singapura 2015, juara India Open Grand Prix Gold 2016, juara All England Open Super Series Premier 2016, serta juara Korea Open Super Series 2017.

“Ini keputusan pelatih, penilaian pelatih, mungkin kami butuh di-refresh (penyegaran,red) juga. Dengan berpasangan dengan partner (rekan,red) baru, kan kita tidak tahu, mungkin saja Indonesia bisa punya beberapa andalan di ganda campuran, kita lihat saja waktu berjalan,” kata Debby dikutip dari Badmintonindonesia.org.

“Kalau masalah dipisah, ini kan untuk jangka panjang, nggak masalah mau dipisah-pisah, kalau ada hasil positif kenapa tidak. Walaupun saya dan cik Debby dipisah, tidak apa-apa, semoga kami dapat hasil yang lebih baik bersama pasangan masing-masing,” sebut Praveen.

Baca: Tontowi/Liliyana: Kami Tidak Berencana untuk Kalah di Pertandingan Ketiga

Sayangnya Praveen/Debby tak dapat menorehkan kenangan manis di BWF Dubai World Super Series Finals 2017 yang merupakan turnamen terakhir buat mereka.

Keduanya harus menerima hasil sebagai juru kunci di klasemen grup A setelah menderita tiga kekalahan.

Di laga pertama, Praveen/Debby dikalahkan Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong), dengan skor 13-21, 21-14, 16-21.

Praveen/Debby lagi-lagi harus mengakui ketangguhan Zheng Siwei/Chen Qingchen, unggulan pertama dari Tiongkok, saat dikalahkan lewat pertarungan rubber game, 12-21, 21-19, 16-21.

Pada pertandingan terakhir melawan Kenta Kazuno/Ayane Kurihara dari Jepang, Praveen/Debby juga harus menelan kekalahan dalam dua game langsung, 13-21, 17-21.

Laga ini juga menjadi laga terakhir bagi Kazuno/Kurihara karena Kazuno memutuskan untuk pensiun.

 “Sekarang kami fokusnya ke tahun depan, move on, dan lihat tahun depan. Di pertandingan terakhir kami ini, tidak ada beban, bisa dibilang mainnya enjoy, tapi ya hasilnya seperti ini,” pungkas Debby.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved