Ricky Mainaky Pisahkan Praveen/Debby demi Asian Games 2018

Sedianya Praveen/Debby diharapkan menjadi pelapis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang hingga kini masih menjadi yang terbaik.

Editor: Dewi Pratiwi
indosport
Richard Mainaky 

WARTA KOTA.COM,DUBAI - Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI, Richard Mainaky, punya tiga alasan utama mengapa akhirnya ia memutuskan untuk memisahkan Praveen Jordan/Debby Susanto yang sudah kurang lebih empat tahun berpasangan.

Praveen/Debby juga belum berhasil meraih hasil maksimal di turnamen terakhir mereka di BWF World Dubai Super Series Finals 2017.

Sedianya Praveen/Debby diharapkan menjadi pelapis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang hingga kini masih menjadi ganda campuran nomor satu Indonesia.

Di turnamen multi event seperti olimpiade, Praveen/Debby berhasil mengamankan satu tiket saat di Rio 2016, sebelum akhirnya mereka dikalahkan Tontowi/Liliyana.

Praveen/Debby juga diharapkan untuk dapat menjadi ganda campuran kedua di Asian Games 2018, sebuah event olahraga terbesar di Asia yang bakal dihelat di Jakarta.

Baca: Tontowi/Liliyana: Kami Tidak Berencana untuk Kalah di Pertandingan Ketiga

Mengawali duet mereka di tahun 2014, Praveen/Debby cukup menjanjikan dengan berhasil merebut medali perunggu Asian Games 2014.

Kala itu, dua dari tiga posisi di podium ganda campuran ditempati oleh wakil Indonesia, dimana Tontowi/Liliyana mendapat medali perak.

Praveen/Debby juga mencatatkan nama mereka di jajaran pebulutangkis yang menjadi kampiun di ajang bergengsi All England 2016.

Namun seiring berjalannya waktu, prestasi Praveen/Debby terus menurun.

Bahkan tak jarang mereka ditaklukkan lawan yang diatas kertas tidak diunggulkan.

Kondisi ini tentunya cukup mengkhawatirkan dan menimbulkan keraguan jelang Asian Games 2018.

“Alasan pertama, memang untuk refreshing. Kedua, untuk mengantisipasi pasangan kedua di Asian Games 2018. Saya lihat hasil Praveen/Debby belum konsisten. Ketiga, sebagai shock therapy untuk Praveen supaya dia tidak merasa di posisi yang aman. Karena fokus dan konsentrasinya selalu naik turun,” kata Richard dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Dari sekian banyak pemain putra di tim ganda campuran, Richard justru melirik Ricky Karanda Suwardi yang merupakan pemain ganda putra.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved