Perhatikan Alarm Tubuh Jelang Serangan Jantung Koroner

Masyarakat awam yang tak paham akan gejala awal penyakit jantung koroner sebaiknya memperhatikan alarm tubuh ini.

istimewa
Seminar penanganan serangan jantung koroner. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Banyak masyarakat awam yang tak paham akan gejala awal penyakit jantung koroner.

Serangan jantung yang dijuluki silent killer nomor satu ini, sebenarnya bisa dideteksi sejak awal.

Alarm tubuh berupa perasaan seperti masuk angin, rasa tercekik, dan tangan kiri sering kesemutan.

“Ada 'alarm' dari tubuh jelang serangan jantung. terasa seperti masuk angin, rasa tercekik, tangan kiri sering kesemutan. Itu 'alarm' yang ditunjukan tubuh jelang serangan jantung," kata Dr. Kusmiati, MARS, Direktur Ciputra Hospital Citra Garden City di sela-sela seminar dan workshop Elektrokardiogram (EKG) di Tangerang, Banten akhir pekan lalu.

Sedangkan banyak kasus serangan jantung yang terjadi usai melakukan olahraga, menurut Kusmiati bukan mutlak karena disebabkan olahraga tersebut.

"Itu karena 'alarm' dari tubuh tadi yang tak ditangkap oleh sang penderita. Saya sarankan agar kita tanggap terhadap 'alarm' itu. Jika sudah ada gejala-gejala di atas segera periksa EKG dan enzim jantung," ucapnya.

Guna memberikan pemahaman akan 'alarm' serangan jantung inilah maka Ciputra Hospital CitraGarden City menggelar seminar mengenai penyakit jantung koroner kepada para dokter umum di sekitar Ciputra Hospital Citra Garden City.

"Pengetahuan tentang tata laksana penyakit jantung bagi para dokter umum akan membantu indentifikasi lebih dini penyakit jantung koroner ini. Kami ingin memastikan para dokter umum sebagai lini pertama yang berhadapan langsung dengan pasien, memahami tata laksana penyakit jantung untuk mencegah komplikasi lebih lanjut akibat keterlambatan penanganannya," terang Kusmiati.

Acara yang digelar sebagai rangkaian dari perayaan ulang tahun Ciputra Hospital Citra Garden City yang kedua ini sendiri mendatangkan ahli dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Barat untuk membahas mengenai medical ethics, lalu disambung dengan Workshop EKG yang membahas Basic Interpretation oleh dr. Ardianto K Sp. JP, FIHA., ECG in ischemia and infarct oleh dr. Zainuddin, Sp. JP, FIHA. dan Dystrithmia oleh dr. Triatmo Budijuwono, Sp. JP (K).

Ditambahkan dr. Ardianto K Sp. JP, FIHA., biasanya penyakit jantung hadir bersamaan dengan jenis penyakit lainnya, seperti tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, diabetes, obesitas hingga serangan jantung.

Risiko penyakit jantung khususnya pada wanita sendiri meningkat setelah menopause.

"Banyak cara untuk mencegah penyakit jantung, misalnya dengan melakukan upaya promotif dan juga preventif. Karena langkah pengenalan dan pencegahan penyakit tentu saja lebih murah, jika dibandingkan dengan biaya pengobatan, termasuk penyakit jantung," kata Ardianto.

Setelah pembahasan mengenai EKG, dilanjutkan Seminar Acute Coronary Syndrome: How to Diagnose, dengan pembicara Dr. Triatmo Budijuwono, Sp. JP (K), FIHA. Dan seminar ditutup dengan pembahasan terakhir, yaitu Acute Coronary Syndrome: What We Can Perform oleh Dr. Zainuddin Khan, SpJP.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved