Jakarta Banjir

Ruang Terbuka Hijau Baru 9,8 Persen dari Idealnya 30 Persen, Tak Heran Jakarta Banjir

Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta pada Senin (11/12/2017) sore, mengakibatkan sejumlah kawasan di ibu kota digenangi air.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Genangan terjadi di sekitar Kawasan Industri Pulogadung dan sekitar Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta pada Senin (11/12/2017) sore, mengakibatkan sejumlah kawasan di ibu kota digenangi air.

Nirwono Yoga, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti mengatakan, genangan terjadi karena kurangnya ruang terbuka hijau (RTH) sebagai tempat menampung air.

"Ruang terbuka hijau sangat kurang, karena baru 9,8 persen, aturannya 30 persen," tutur Nirwono Yoga kepada wartawan, Selasa (12/12/2017).

Baca: Tiga Tahun Terakhir DPR Disandera Setya Novanto

Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu melakukan audit bangunan. Harusnya, masing-masing kavling bangunan menyediakan RTH sebesar 30 persen sebagai daerah resapan air.

Saat ini, dia melihat pembangunan tidak memperhatikan RTH. Hanya ada saluran air kecil yang menampung air hujan. Dia mencontohkan kawasan Kuningan dan Senayan yang sudah dipenuhi bangunan.

Kondisi ini diperparah sistem saluran air di wilayah ibu kota, yang tidak terhubung dengan baik dengan daerah sekitar.

"Saluran air di lapangan hanya selebar 50 cm, dengan kapasitas hujan kemarin, waktu yang singkat tentu tidak akan cukup. Sehingga, tidak cukup dan menyebabkan genangan," jelasnya. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved