Ini Data Lengkap Banjir Jakarta yang Viral di Medsos dan Bikin Anies-Sandi Dibuli

Banjir mengacaukan arus lalu lintas di sejumlah titik jalan di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Ini Data Lengkap Banjir Jakarta yang Viral di Medsos dan  Bikin Anies-Sandi Dibuli
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau banjir yang terjadi di sebuah kawasan pemukiman di Jatipadang, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2017) malam. 

- Jalan Prof Dr Satrio (depan gedung
muamalat)
Ketinggian air : 20 - 50 centimeter
Lama genangan : 2 jam

- Jl RM Margono Djojohadikoesomo
(depan BNI 46)
Ketinggian air : 15 - 20 centimeter
Lama genangan : 1,5 jam

- Underpass Dukuhatas
Ketinggian air : 100 centimeter
Lama genangan : 3,5 jam

- Jalan Kemangutara IX, Durentiga
Ketinggian air : 10 - 40 centimeter
Lama genangan : 2 jam

- JL Denpasar (komplek Menteri)
Ketinggian air : 10 - 30 centimeter
Lama genangan : 1 jam

- JL Kemang Raya, Bangka
Ketinggian air : 10 - 30 centimeter
Lama genangan : 1 jam

Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Jupan Royter menegaskan koordinasi BPBD dengan Badan Meteorologi Klimitologi dan Geofisika (BMKG) tidak pernah putus.

Termasuk dengan Dinas sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Walikota, Camat, Lurah hinga perangkat RT wakil dari masyarakat.

Jupan menilai genangan yang terjadi saat hujan dua hari ini akibat tingginya curah hujan. Namun bukan siklus lima tahunan.

Dia berharap warga dapat sigap, tanggap dan galang dalam menghadapi banjir seperti apa yang diisntruksikan oleh Gubernur Anies.

"Untuk prediksi cuaca kami terus kordinasi dengan BMKG. Kemudian kami petakan daerah rawan banjir dan longsor. Disitu semua harus sigap," kata Jupan.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ricardo menilai Dinas SDA terlalu cepat menyatakan siap sebelum pastikan seluruh potensi yang bisa menyebabkan banjir dapat diatasi.

Bahkan untuk pompa yang jelas terulang setiap tahun mengalami kerusakan, Dinas SDA hanya menyatakan siap dan ternyata hasilnya berbeda.

"Kami masih belum lihat terobosan apa yang diambil untuk mengatasi banjir di Jakarta. SDA berkali-kali menyatakan harus menertibkan seluruh bangunan bantaran kali yang mempersempit lebar kali. Itu pendekatan salah karena air itu tidak harus dialirkan semuanya ke laut, tapi diresapi," tegas Ricardo.(ote)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved