Breaking News:

Di Depok, 80 Balita Alami Gizi Buruk, Sebagian Terdampak Penyakit Penyerta

Hingga akhir 2017 sebanyak 80 balita yang terdsebar di 11 kecamatan di Kota Depok tercatat mengalami gizi buruk.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Salah satu personil kelompok vokal AB Three, Widi Mulia, bersama pelantun lagu 'Kata Hati' Rebecca Siejati Reijman, menyambangi seorang anak yang mengalami 'Marasmus Gizi' atau gizi buruk, RGM (9), di Lantai II Rumah Sakit Umum (RSU) Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (08/11/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Hingga akhir 2017 sebanyak 80 balita di Kota Depok tercatat mengalami gizi buruk.
Data yang ada pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, menunjukkan ke-80 balita yang menderita gizi buruk itu tersebar di 11 kecamatan. Sebagian balita yang mengalaminya disebabkan oleh penyakit penyerta.

Kepala Dinkes Depok Lies Karmawati, Selasa (12/12/2017), menjelaskan, sebenarnya jumlah balita penderita gizi buruk di Depok sudah menurun setiap tahunnya, apalagi dibandingkan data yang ada pada 13 tahun lalu.

"Dibandingkan 13 tahun lalu, jumlahnya mencapai 500 kasus. Jumlah tahun ini sudah jauh menurun. Sampai tahun ini masih ada 80 balita gizi buruk di Depok," kata Lies

Menurutnya, Pemkot Depok melalui Dinkes Depok terus melakukan upaya menekan angka gizi buruk ini setiap tahunnya.

"Kesuksesannya harus dilakukan bersama, baik oleh dinas, kader hingga masyarakat luas. Targetnya tiap tahun turun 50 persen dari total penderita,” kata Lies.

Ia juga mengemukakan, langkah yang dilakukan dalam menangani anak yang terkena kasus gizi buruk adalah dengan cara memberikan makanan tambahan. Hal ini dilakukan selama 90 hari.

"Lalu dilakukan evaluasi kondisi status gizinya. Kalau tidak ada perbaikan maka diberikan lagi makanan tambahannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan kasus gizi buruk harus dilakukan melalui aksi perbaikan gizi atau pemberian makanan tambahan agar gizi anak tercukupi. Asupan yang diberikan selain harus bergizi, juga harus sehat dan berimbang.

"Unsurnya harus ada karbohidrat, protein, lemak dan mineral. Mineralnya sendiri bisa berasal dari sayuran dan buah,” kata dia.

Lies juga menyampaikan, pihaknya juga mengedepankan edukasi terhadap calon ibu. Pada kasus gizi buruk, penyebab utama yang ditemukan ialah kurangnya asupan gizi yang seimbang.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved