Transportasi Jakarta

Jelang Operasi Perdana Kereta Bandara, Rekayasa Lalulintas Diberlakukan

Rekayasa pertama berada di Jalan Tanjung Karang dan Jalan Kendal, yakni dari semula dua arah menjadi satu arah.

Jelang Operasi Perdana Kereta Bandara, Rekayasa Lalulintas Diberlakukan
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kereta Bandara Soekarno-Hatta tiba di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta Pusat, saat tahap uji coba, Selasa (28/11/2017). Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan mulai beroperasi pada Desember 2017. PT Railink, operator kereta bandara, akan memberikan diskon sebesar 70 persen sebagai harga perkenalan selama bulan pertama operasional. Mulai Januari 2018, tarif akan berubah menjadi Rp 100 ribu per penumpang. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Persiapan pengoperasian perdana Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta terus dilakukan, termasuk rekayasa lalulintas serta lintasan pejalan kaki dari maupun menuju Stasiun Sudirman atau dikenal BNI City sebagai titik awal keberangkatan.

"Masalah pengaturan lalulintas menuju ke dan dari Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) baik bagi pengguna kendaraan maupun pejalan kaki menjadi fokus pembahasan agar dapat memberikan kenyamanan," jelasnya dalam siaran tertulis pada Senin (11/12/2017).

Terkait hal tersebut, Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Agus Komarudin menyampaikan, pihaknya bersama Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), PT Railink, PT KA Commuter Indonesia (KCI), Dinas perhubungan DKI Jakarta, Korlantas, serta pihak terkait lainnya menetapkan empat langkah rekayasa lalulintas.

Rekayasa pertama berada di Jalan Tanjung Karang dan Jalan Kendal, yakni dari semula dua arah menjadi satu arah.

Kendaraan yang melintasi Jalan Tanjung Karang hanya diberlakukan bagi kendaraan menuju utara atau Bunderan Hotel Indonesia (HI).

Sedangkan Jalan Kendal, tepatnya kolong jalan Jenderal Sudirman diberlakukan satu arah menuju Jalan Tanjung Karang.

selanjutnya, Jalan Talang Betutu menjadi satu arah dari timur ke barat, tetapi Jalan Plaju, Jalan Sungai Gerong, Jalan Kotabumi dan Jalan Martapura tetap dua arah.

Sedangkan Kendaraan dari Jalan Jenderal Sudirman dari arah selatan menuju Jalan Tanjung karang, Jalan Talang betutu, Jalan Plaju, Jalan Sungai Gerong, Jalan Kotabumi ataupun menuju Stasiun KA Bandara harus berputar di Bundaran HI untuk kemudian memasuki Jalan Blora.

"BPTJ juga akan melakukan kordinasi bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk kesiapan pengadaan bus feeder menjadi angkutan tambahan di sejumlah stasiun yang padat penumpang pada lintas Tangerang - Duri, seperti Stasiun Kalideres dan Stasiun Poris.

Langkah tersebut lanjutnya bersamaan dengan pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki 10 rangkaian dengan enam gerbong kapasitas sebanyak 272 orang penumpang per gerbongnya.

Sementara itu, Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengatakan saat ini berbagai pihak terus berkoordinasi untuk kesiapan pengoperasian kereta bandara.

Sehingga diharapkan masyarakat, baik pengguna jalan maupun penumpang KA Bandara dapat terbiasa dengan rekayasa yang diberlakukan.

"Segera akan ada pengaturan lalu lintas dan pergerakan orang di sekitar Stasiun Sudirman dan Sudirman Baru (BNI City). Hal ini untuk membiasakan agar nanti saat beroperasinya kereta bandara, Para penumpang sudah tahu kemana harus bergerak," kata Bambang Pri.

Seperti diketahui sebelumnya, Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta akan melayani penumpang yang berasal dari Stasiun Manggarai, Sudirman Baru (BNI City), Duri, Batuceper dan Bandara Soekarno-Hatta.

Namun awal operasional untuk naik turun penumpang PT Railink baru melayani dari Stasiun Sudirman Baru dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta lantaran sejumlah stasiun yang lainnya masih dalam tahap pembangunan. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved