Jumat, 24 April 2026

Terkendala Payung Hukum, 10 Km Tanggul Jakarta Belum Dikerjakan Pengembang

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau pembangunan Tanggul Jakarta

Penulis: Junianto Hamonangan |
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau pembangunan Tanggul Jakarta di RW 08 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (8/12). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

WARTA KOTA, CILINCING -- Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau pembangunan Tanggul Jakarta di RW 08 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (8/12).

Dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara seperti Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan, Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad dan lain-lain turut mendampingi.

Bambang mengungkapkan kunjungan kali ini untuk melihat progres pembangunan Tanggul Jakarta yang dilakukan untuk menjaga pantai utara ibukota. Tanggul Jakarta memiliki panjang sekitar 20 km yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemprov DKI Jakarta dan dua pengembang swasta.

"Hari ini kita melihat yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR, khusus paket daerah ini ada 2,2 km dan progres seperti yang diharapkan dapat selesai pada pertengahan tahun depan," kata Bambang, Jumat (8/12).

Bambang menegaskan sejauh ini dua pengembang swasta yang ikut mengerjakan proyek Tanggul Jakarta sepanjang 10 km tersebut belum melakukan pekerjaan.

Pasalnya kedua pengembang terkendala dengan payung hukum untuk proses pengerjaan.

"Sejauh ini swasta belum ada progres, mudah-mudahan Pemprov DKI segera memberikan payung hukum supaya mereka langsung tanggung jawab menjaga keamanan daerah mereka sendiri," ungkap Bambang.

Bambang juga memastikan pihaknya memantau progres pembangunan Tanggul Jakarta yang dilakukan Pemprov DKI. Hal ini sangat penting mengingat kebutuhan akan Tanggul Jakarta sudah sangat mendesak.

"Kita juga monitor progres yang dikerjakan Pemprov DKI, dan juga kami mendorong developer agar segera membangun karen kebutuhan di awal tahun 2019 sudah harus beres untuk menjaga Jakarta dari banjir laut yang semakin besar," kata Bambang. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved