Sosialisasi Wabah Difteri Akan Dilakukan di Seluruh Puskesmas Kecamatan

Berdasarkan hasil kajian dari Kementerian Kesehatan, wilayah Jakarta Barat dan Utara saat ini akan diprioritaskan.

Sosialisasi Wabah Difteri Akan Dilakukan di Seluruh Puskesmas Kecamatan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Widyastuti, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait penyebaran penyakit Difteri yang saat ini sedang mewabah di wilayah Jakarta.

Berdasarkan hasil kajian dari Kementerian Kesehatan, wilayah Jakarta Barat dan Utara saat ini akan diprioritaskan dari pada wilayah lainnya lantaran berpotensi tinggi terhadap penyebaran penyakit Difteri.

Kata Widyastuti pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi secara paralel dari minggu ini.

"Begitu rekomendasi dari Kementerian Kesehatan keluar, menyatakan bahwa DKI Jakarta termasuk daerah yang harus melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI), kami sudah mengumpulkan puskemas dan rumah sakit dan persatuan organisasi profesi tentang hal itu, coba kami sosialisasikan juga di wilayah Jakarta Barat dan Utara untuk segera dilakukan ORI," ucapnya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).

Sosialisasi dan imunisasi akan dilakukan secara beriringan di Puskesmas kecamatan beserta sekolah-sekolah yang ada di Jakarta Barat dan Utara pada Senin, 11 Desember mendatang.

"Jadi tanggal 11 Desember nanti sudah langsung dilakukan pemberian layanan sekaligus tetap berjalan imunisasinya. Karena untuk meng-cover banyak orang harus sering dilakukan sosialisasi. Sebagian sudah jalan sambil terus beriringan sosialisasinya," ungkapnya.

Ia mengharapkan agar seluruh masyarakat bisa berpartisipasi sebagai langkah preventif mencegah penyebaran wabah difteri.

Ia memastikan vaksin yang diberikan secara gratis tersebut memiliki kualitas baik.

"Gak perlu takut mengenai kualiasnya, karena vaksin dari pemerintah itu terjamin dan asli bersumber dari Biofarma. Kami juga menjaga kualitas dan potensi vaksin," ujarnya.

Selain itu, ia mengimbau agar masyarakat yang baru-baru ini merasakan gejala-gejala demam dan sakit tenggorokan untuk segera memeriksakan diri ke sarana kesehatan terdekat.

Bagi masyarakat yang anggota keluarganya terkena penyakit Difteri, ia menyarankan agar segera melakukan pemeriksaan medis karena pihak yang sering melakukan kontak dengan pasien juga berpotensi tertular penyakit.

"Begitu terindikasi Difteri, harus segera berjalan tindakan medisnya. Kami juga periksa orang-orang terdekat yang sering kontak dengan penderita, kalau negatif baru dilakukan vaksinasi," ujarnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved