Kasus First Travel

Kasus First Travel Dilimpahkan ke Kejari Depok, Ini Penampakan Barang Bukti yang Diserahkan

Menurut Heri, dirinya ditunjuk sebagai salah satu jaksa dalam Tim JPU yang menangani kasus ini.

Kasus First Travel Dilimpahkan ke Kejari Depok, Ini Penampakan Barang Bukti yang Diserahkan
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Barang bukti kasus First Travel yang diterima Kejari Depok, Kamis (7/12/2017). 

WARTA KOTA, DEPOK - Setelah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus First Travel dari Mabes Polri, Kamis (7/12/2017), tim JPU yang ditunjuk segera membuat dakwaan agar kasus ini segera dilimpahkan ke Pengadilan Depok untuk disidangkan.

"Sesuai Pasal 2 KUHAP, jaksa memiliki waktu 25 hari dan dapat diperpanjang 30 hari untuk menyusun surat dakwaan," kata Heri Jerman, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung, di Kejari Depok, Kamis (7/12/2017).

Menurut Heri, dirinya ditunjuk sebagai salah satu jaksa dalam Tim JPU yang menangani kasus ini.

Barang bukti kasus First Travel yang diterima Kejari Depok, Kamis (7/12/2017).
Barang bukti kasus First Travel yang diterima Kejari Depok, Kamis (7/12/2017). (WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU)

"Saya ditunjuk pimpinan di Kejaksaan Agung untuk kasus ini. Nantinya Tim JPU kasus ini berjumlah delapan orang. Empat jaksa dari Kejagung, dan empat jaksa lain dari Kejari Depok," ungkap Heri.

Ia mengatakan, setelah menerima pelimpahan tiga tersangka, yakni pasutri Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, serta adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, pihaknya langsung melanjutkan penahanan ketiganya, dengan dititipkan di Rutan Cilodong Depok.

Ia menuturkan, barang bukti yang dilimpahkan sebanyak 807 item, serta 2.040 kuitansi pelunasan umrah jemaah dan berbagi dokumen resmi lainnya.

Barang bukti kasus First Travel yang diterima Kejari Depok, Kamis (7/12/2017).
Barang bukti kasus First Travel yang diterima Kejari Depok, Kamis (7/12/2017). (WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU)

Barang bukti itu di antaranya sebanyak 774 gaun, 11 mobil, tiga rumah tinggal, satu apartemen, satu gedung kantor, uang Rp 1.539.715.000, serta barang berharga lainnya seperti kulkas dan dispenser.

"Uang sebesar Rp 1.539.715.000 yang disita sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, dengan dipindahkan dari rekening Polri ke rekening Kejaksaan," jelas Heri.

Dari 11 mobil yang disita, papar Heri, lima mobil sudah dibuatkan akta jual beli (AJB) atas nama para tersangka.

Barang bukti kasus First Travel yang diterima Kejari Depok, Kamis (7/12/2017).
Barang bukti kasus First Travel yang diterima Kejari Depok, Kamis (7/12/2017). (WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU)

Dalam berkas yang diterima, para tersangka akan dijerat pPasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau pasal 372 KUHP tentang pengggelapan juncto pasal 55 KUHP, pasal 3 dan pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Mereka diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan dana umroh, dari 64.685 jemaah dengan total kerugian jemaah mencapai Rp 924.995.500.000. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved