KORAN WARTA KOTA
Ini Kelebihan Bright Gas dan Cara Penukarannya, Hati-hati Hoaks!
Ada selebaran program penukaran ke bright gas yang hoaks, tetapi ada juga selebaran resmi yang benar dengan harga terjangkau.
WARTA KOTA, PALMERAH -- Masyarakat pengguna tabung gas 3 kg atau gas melon dan tabung gas biru 12 kg disarankan untuk beralih menggunakan bright gas 5,5 kg dan bright gas 12 kg.
Kepala Bidang Pengelolaan Energi Listrik, Minyak, dan Gas Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Edward Napitupulu mengatakan, sesuai kebijakan Pertamina, agen-agen di wilayah Jakarta mengadakan program untuk menukarkan tabung gas melon dan gas biru menjadi bright gas yang non-subsidi.
Disediakan 4 alternatif pilihan penukaran (lihat grafis).
"Tujuan program ini adalah agar masyarakat yang mampu beralih ke bright gas," kata Edward saat dikonfirmasi, Rabu (6/12).
Ia mengharapkan program tersebut bisa meningkatkan minat masyarakat agar bisa beralih ke bright gas, lantaran tabung 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu.
Namun kenyataannya, banyak pula pengusaha yang menggunakan tabung gas 3 kg.
"Karena peruntukkan gas melon 3 kg ini barang subsidi yang peruntukkannya adalah untuk masyarakat kurang mampu dan untuk UMKM atau industri kecil.
Namun, sering kita jumpai di tengah-tengah masyarakat yang mampu, tetap menggunakan gas melon. Begitu juga restoran atau pengusaha yang sudah menengah besar, masih menggunakan tabung 3 kg yang disubsidi pemerintah. Diharapkan mereka beralih ke elpiji nonsubsidi," ujar Edward.
Harga isi ulang 1 tabung bright gas 5,5 kg berkisar antara Rp 65.000 sampai 70.000.
Sedangkan tabung 12 kg berkisar Rp 140.000 sampai 150.000.
Menurut Edward, ada tiga kelebihan yang dimiliki bright gas.
Pertama, tabung gas lebih aman karena dilengkapi fitur katup ganda yang mengadopsi teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga 2 kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung.
"Kualitas tabung lebih baik karena ada tambahan pengamanan," ujar Edward saat dikonfirmasi, Selasa (6/12).
Kemudian, fitur keamanan diperkuat dengan adanya tambahan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan.
"Lalu, bright gas ini bisa langsung dipesan ke Pertaminanya langsung, jadi lebih mudah untuk didapatkan masyarakat," ungkapnya.
Tak ada penggiringan
Sementara itu Manager Communication & CSR Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati saat dihubungi Warta Kota, Rabu (6/12), menyatakan bahwa ada selebaran tentang program penukaran ke bright gas yang merupakan hoaks (kabar bohong).
Namun ada juga selebaran resmi yang benar (lihat grafis), dengan harga yang terjangkau.
Misalnya, pada program penukaran yang resmi Pertamina, untuk Paket A, menukar 2 tabung gas 3 kg (kosong) dengan 1 bright gas 5,5 kg (isi) hanya dikenai tambahan Rp 38.000 atau harga refill. Sementara dalam selebaran hoaks disebut harganya mencapai Rp 300.000.
Meski ada program itu, namun Dian membantah adanya penggiringan untuk menggunakan bright gas karena target pengguna tabung gas tersebut berbeda.
"Tidak benar Pertamina menggiring masyarakat untuk menggunakan bright gas. Elpiji 3 kg subsidi untuk warga miskin tidak mampu, sementara elpiji nonsubsidi bright gas untuk warga mampu," ujar Dian.
Dian meminta masyarakat untuk berhati-hati. Bila memang akan membeli atau menukar tabung, sebaiknya dilakukan di tempat-tempat resmi Pertamina seperti di SPBU atau outlet-outlet elpiji terdekat, atau bisa juga layanan antar gratis via kontak Pertamina 1 500 000.
Belum tertarik
Agen di bilangan Kalibata, H Rahmat (60) mengaku pihak Pertamina memang telah memberikan arahan untuk menukarkan tabung gas 3 kg ke bright gas 5,5 kg.
Hingga kini pelanggannya belum tertarik membeli tabung bright gas itu karena dianggap mahal.
Sedangkan Sumaryani (63), agen gas di bilangan Kramat Jati, justru sejak lama hanya menjual tabung bright gas saja. Alasannya lebih aman.
Dwi (33) warga Bojonggede mengaku sejak lama sudah menggunakan bright gas dengan alasan keamanan.
Dari informasi yang didapatnya, bright gas lebih aman ketimbang gas 3 kg bahkan gas 12 kg.
Masih kecil
Walaupun jumlah penggunanya masih kecil, namun tren penggunaan gas non subsidi bright gas mengalami kenaikan.
"Masyarakat bisa menerima produk ini (bright gas) walaupun tren kenaikannya tidak terlalu kelihatan," ujar Wakil Ketua 2 Hiswana Migas DPD3 Heddy S.Hedian yang dihubungi Warta Kota, Rabu (6/12).
Ia menyebut pertumbuhannya baru 5 persen. Tahun depan ditargetkan ada kenaikan 10-20 persen.
Pertamina, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), serta Pemerintah Daerah terus menggalakan penggunaan gas non subsidi bright gas. (abs/lis)
BACA SELENGKAPNYA di Koran "Warta Kota" Edisi hari ini, Kamis (7/12/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171207-ahl-today-001_20171207_092653.jpg)