Bila Cendana Mau Mengambil Alih Partai Golkar, Sekarang Saat yang Tepat
Titiek merasa percaya diri mampu menggantikan Setya Novanto di pucuk pimpinan Partai Golkar.
WARTA KOTA, PALMERAH - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, turut meramaikan bursa calon ketua umum, jika munaslub digelar.
Titiek merasa percaya diri mampu menggantikan Setya Novanto di pucuk pimpinan Partai Golkar.
Pengamat dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, Titiek Soeharto memang memiliki peluang. Namun, peluang tersebut tidak cukup besar. Menurutnya, peluang menjadi Ketua Umum Partai Golkar justru terbuka untuk Airlangga Hartarto.
Baca: Siap Jadi Ketua Umum Partai Golkar, Titiek Soeharto: Emang Nyatanya Enakan Zaman Orde Baru, Kan?
"Peluang Titiek ada, tapi tidak sebesar Airlangga. Titiek bisa menang kalau DPD-DPD mendukung," kata Hendri saat dikonfirmasi, Kamis (7/12/2017).
Hendri menilai, nama besar keluarga Cendana juga tidak cukup kuat menjamin Titiek dapat menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Namun menurutnya, jika Titiek berniat menjadi seorang Ketua Umum Partai Golkar, sekarang lah saatnya.
"Cendana memang belum pernah bergerak lagi. Tapi bila Cendana mau mengambil alih Golkar, ya sekarang saatnya. Mumpung ada Titiek dan ada kesempatannya," tuturnya.
Baca: Prihatin Lihat Kondisi Golkar, Titiek Soeharto Berniat Maju Jadi Ketua Umum Gantikan Setya Novanto
Namun, Hendri meyakini bahwa kubu Airlangga tidak tinggal diam apabila Cendana berminat mengambil alih Golkar. Menurutnya, dua kubu tersebut akan adu kuat meraih dukungan dari DPD Golkar.
"Nah, akhirnya kubu Airlangga versus kubu Titiek adu kuat, kubu Setnov malah diuntungkan," ulasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171121titiek-soeharto-polemik-partai-golkar-berakhir-usai-munaslub_20171121_161813.jpg)