Pertumbuhan Bright Gas Masih 5 Persen

Walaupun masih kecil, namun tren penggunaan gas non subsidi Bright Gas mengalami kenaikan.

Pertumbuhan Bright Gas Masih  5 Persen
Ilustrasi bright gas Pertamina. (Kompas.com) 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih

WARTA KOTA, PALMERAH - Walaupun masih kecil, namun tren penggunaan gas nonsubsidi Bright Gas mengalami kenaikan.

"Masyarakat bisa menerima produk ini (Bright Gas,red) walaupun tren kenaikannya tidak terlalu kelihatan," ujar Wakil Ketua 2 Hiswana Migas DPD3 Heddy S.Hedian yang dihubungi Warta Kota, Rabu (6/12/2017).

Ia menyebut pertumbuhannya baru 5 persen. Tahun depan ditargetkan ada kenaikan 10-20 persen.

Pertamina, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), serta Pemerintah Daerah terus menggalakan penggunaan gas nonsubsidi Bright Gas.

Heddy mencontohkan Pemda DKI saat Gubernur DKI masih era Djarot Syaiful Hidayat mendeklarasikan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Provinsi DKI Jakarta menggunakan tabung non subsisi. Baik Bright Gas maupun tabung 12 kg.

Selain itu juga kesadaran masyarakat mulai tergugah untuk menggunakan gas nonsubsidi.

Baca: Pertamina Luncurkan Bright Gas Kelas Menengah

"Kalo buat pengusaha sih ngga ada kendala, ini bisnis ( LPG non subsidi) siap aja menjalankan distribusi pemasaran dan untuk LPG Brigth gas ukuran 5.5 kg sudah berjalan hampir 1 tahun dan sambutan konsumen cukup baik," tegas Heddy.

Ia menjelaskan, di Hiswana Migas DKI Jakarta, pengusaha yang menyalurkan LPG subsidi sebanyak 250.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved