Ini Tanggapan Wali Kota Depok Terkait Lahan Pembangunan Puskesmas yang Dipersoalkan Warga

Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad membantah bahwa pihaknya mengambil alih sepihak lahan fasos dan fasum di sana.

Ini Tanggapan Wali Kota Depok Terkait Lahan Pembangunan Puskesmas yang Dipersoalkan Warga
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pembongkaran tembok pagar sepanjang sekitar 30 meter dan setinggi 1,5 meter yang dibangun warga di lahan proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong, di Sektor Melati di Perumahan Grand Depok City (GDC), RW 5, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok. Tembok pagar ini merupakan bentuk protes warga sekitar. 

Karena itulah, tembok pagar sepanjang sekitar 30 meter dan setinggi 1,5 meter yang dibangun warga di lahan proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong, di Sektor Melati di Perumahan Grand Depok City (GDC), RW 5, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, akhirnya dibongkar paksa petugas Satpol PP Kota Depok, Selasa (5/12/2017) pagi.

Tembok pagar itu sebelumnya dibangun sebagai bentuk protes warga sekitar, terhadap pembangunan puskesmas di sana.

Pembongkarannya dikawal ketat pihak Kepolisian serta TNI dan disaksikan pihak kejaksaan.

Keputusan pembongkaran karena tembok pagar telah menghalangi pembangunan Puskesmas Cilodong, yang akan dilengkapi dengan gudang medis serta tempat pengolahan limbah medis.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok Wijayanto menuturkan lahan sekitar 2000 meter persegi dimana gedung puskesmas itu dibangun adalah lahan (fasos) dan fasilitas umum (fasum) milik Pemkot Depok.

"Kami sudah melayangkan surat peringatan pertama sampai ke tiga ke warga, sebagai bentuk persuasif, agar tembok pagar dibongkar. Karena tidak juga diindahkan, diputuskan hari ini tembok pagar kami rubuhkan, karena sudah menghalangi kegiatan pembangunan yang dilakukan pemerintah," kata Wijayanto.

Menurut Wijayanto, lahan dimana bangunan puskesmas Cilodong dibangun di sana adalah sudah jelas lahan fasos fasum milik Pemkot Depok.

"Karenanya kita lakukan pelelangan hingga akhirnya proses pembangunan di sana. Namun warga di sana protes karena merasa tidak membutuhkan puskesmas. Padahal puskesmas ini untuk kepentingan warga yang lebih luas di Kecamatan Cilodong," kata Wijayanto.

Ia mengatakan pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong di sana sudah tertuang dalan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Depok. Dimana di setiap kecamatan di Depok, Pemkot wajib menyediaka puskesmas yang nyaman sebagai layanana kesehatan warga.

Sehingga kata dia, tidak ada alasan bagi warga sekitar untuk menolaknya.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved