Warga GDC Tempuh Jalur Hukum karena Nilai Pemkot Depok Ingkar Janji

Warga tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari Pemkot Depok terkait pembangunan puskesmas senilai 1,4 miliar itu.

Warga GDC Tempuh Jalur Hukum karena Nilai Pemkot Depok Ingkar Janji
Warta Kota
Warga GDC membentangkan spanduk untuk menghentikan sementara pembangunan gudang dan pembuangan limbah puskesmas sebagai bentuk protes kepada pemkot, yang selalu mengingkari kesepakatan. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Warga di perumahan Grand Depok City (GDC) Sektor Melati, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok akan menempuh jalur hukum.

Hal itu ditempuh terkait pembangunan Puskesmas di wilayah tersebut.

Menurut wakil warga GDC RW 05, Lukman B, warga akan segera mengambil langkah hukum.

Hal itu terjadi karena Pemkot Depok dalam pembangunan Puskesmas di Kecamatan Cilodong sudah berkali-kali melanggar kesepakatan dengan warga.

"Kami, kini, sedang mempersiapkan data-data yang diperlukan untuk mengajukan gugatan kepada Pemkot Depok ke pengadilan," ujarnya di Depok, Minggu (3/12/2017).

Menurut Lukman, pada dasarnya, warga bukan tidak setuju dengan pembangunan Puskesmas di wilayah GDC, namun secara prosedur Pemkot tidak pernah transparan mengenai rencana pembangunan Puskemas.

"Alasan warga sangat kuat, karena lahan yang menjadi lokasi pembangunan puskesmas merupakan bagian dari fasilitas sosial dan fasilitas umum warga di Sektor Melati Perumahan GDC seluas 2.000 m2 lebih," katanya.

Selain itu, kata dia, legalitas proyek pembangunan tersebut dinilai tidak jelas.

Warga juga mengaku, mereka tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari Pemkot Depok terkait pembangunan puskesmas senilai 1,4 miliar itu.

"Warga merasa ada kesewenang-wenangan Pemkot Depok dalam pembangunan gedung puskesmas Kecamatan Cilodong. Bahkan, kesepakatan dengan warga berkali-kali diingkari Pemkot Depok," ujar Lukman.

Yang terakhir, rencana akan dibangun taman layak anak di lokasi puskesmas, yang bisa diakses oleh warga, ternyata dilanggar pula oleh Pemkot Depok.

Sebelumnya, kata Sari, Ketua RT 04 RW 05, antara Camat Cilodong dengan dengan Ketua RW, yang disaksikan warga, telah sepakat untuk membangun taman.

Namun, nyatanya, kini, di area tersebut sudah berdiri gudang medis dan akan dibangun pembuangan limbah medis.

"Warga sudah hilang kesabaran, makanya kita akan menggunakan jalur hukum untuk penyelesaiannya," kata Sari.

Hari ini, warga GDC membentangkan spanduk untuk menghentikan sementara pembangunan gudang dan pembuangan limbah puskesmas sebagai bentuk protes kepada pemkot, yang selalu mengingkari kesepakatan.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved