Hasil Survei Orkestra Sebut Gerindra Ungguli PDIP

Gerindra menjadi partai pilihan rakyat Indonesia dan mampu menggeser posisi elektabilitas PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2014.

Hasil Survei Orkestra Sebut Gerindra Ungguli PDIP
Warta Kota/Hamdi Putra
Ketua Umum Orkestra, Poempida Hidayatulloh usai konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (3/12) pagi. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Hasil survei nasional yag dilakukan oleh Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) menunjukkan bahwa elektabilitas Gerindra unggul atas PDIP. Sedangkan elektabilitas Demokrat mengalami penurunan dan Golkar semakin tenggelam.

Dengan demikian, dapat diartikan bahwa Gerindra menjadi partai pilihan rakyat Indonesia dan mampu menggeser posisi elektabilitas PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2014.

Namun, Elektabilitas Jokowi masih mampu mengungguli Prabowo, kedua sosok tersebut jauh lebih unggul dari capres-capres lainnya.

Survey nasional Orkestra ini dilakukan dalam periode 06 sampai 20 November 2017 dengan melibatkan 1300 responden dari 34 Provinsi di Indonesia sebagai sampelnya.

Hal ini bertujuan untuk mengukur elektabilitas partai politik dan capres-capresnya serta untuk mengukur kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

"Saat ini, tingkat elektabilitas Gerindra sebesar 15,2 persen, disusul PDIP sebesar 12,5 persen, Demokrat menempati urutan ketiga dengan hasil 7,4 persen. Sedangkan Golkar 7,3 persen, Nasdem 3,3 persen, Perindo 2,9 persen, Hanura 2,4 persen, PSI 2,0 persen, PKPI 1,8 persen, PBB 1,6 persen dan selebihnya 25,6 persen tidak menjawab atau tidak tahu," demikian diungkapkan oleh Ketua Umum Orkestra, Poempida Hidayatulloh dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (3/12) pagi.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa Pemilu 2019 nanti adalah ajang pertarungan bagi tiga partai politik besar yakni Gerindra, PDIP dan Demokrat.

Unggulnya elektabilitas Gerindra dalam survey yang dilakukan Orkestra ini disebut Poempida akibat posisi Gerindra yang menempatkan diri sebagai partai yang bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Isu mengenai UU Ormas merupakan salah satu penggerus elektabilitas PDIP dan melambungkan posisi elektabilitas Gerindra, ditambah lagi hasil pilkada DKI 2017 yang dimenangkan oleh pemimpin muslim dengan isu-isu penting dan menarik perhatian membuat publik yang mayoritas muslim.

"Gerindra bisa menjadi pemenang dalam pemilu 2019 nanti. Pengalaman menunjukkan ketika partai itu berseberangan dengan kekuasaan, dia bisa memenangkan pemilu berikutnya, seperti yang terjadi pada PDIP saat dua periode kepemimpinan SBY," kata Emrus Sihombing, pengamat komunikasi politik.

Hal lain yang cukup menarik dari hasil survei ini adalah tenggelamnya elektabilitas Golkar akibat dualisme di tubuh Golkar yang membuahkan polemik apalagi Setya Novanto yang merupakan Ketua Umum Golkar tersandera kasus korupsi E-KTP oleh KPK sehingga mempengaruhi elektabilitas Golkar saat ini.

"Saya kira Setya Novanto harus mengibarkan bendera putih dan Golkar harus segera menggelar Munaslub jika tidak ingin elektabilitas Golkar semakin jeblok dan babak belur," kata Heri Budianto, Direktur Eksekutif Polkom Institute.

"Saya sarankan Golkar agar segera mengambil tokoh muda untuk menggantikan SN karea sebagian besar pemilih saat ini adalah pemilih muda atau generasi milenial," tambah Heri Budianto.  (M15)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved