Ahmad Dhani Tersangka

Ali Lubis : Kasus Ahmad Dhani Tak Layak Dilanjutkan

Terdapat tiga hal yang dipaparkan oleh Ali Lubis terkait mengapa kasus ini tidak layak ditindak lanjuti

Ali Lubis : Kasus Ahmad Dhani Tak Layak Dilanjutkan
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA
Ahmad Dhani 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Yosia Margaretta

WARTA KOTA, KEBAYORAN -- Hari ini (30/11/2017) musisi Ahmad Dhani akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus menyebarkan ujaran kebencian lewat sosial media.

Kuasa hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis pun angkat bicara mengenai kasus kliennya yang akan ditangani.

"Selaku kuasa hukum kami berpendapat seharusnya sejak awal laporan terhadap Ahmad Dhani ditolak karena beliau hanya menyampaikan pendapat yang merupakan hak konstitusionilnya yang dijamin oleh UUD 1945," ujar Ali Lubis.

Terdapat tiga hal yang dipaparkan oleh Ali Lubis terkait mengapa kasus ini tidak layak ditindak lanjuti dan yang pertama adalah dirinya beranggapan bahwa pelapor tidak mendapatkan kerugian hukum.

"Soal legal standing pelapor, kami mempertanyakan apa kerugian hukum pelapor sehingga merasa berhak melaporkan kasus ini," jelas Lubis.

Hal kedua adalah kuasa hukum Ahmad Dhani menilai tweet yang dikicaukan tersebut tidak dinilai menimbulkan kebencian terhadap ras, suku dan agama tertentu.

"Kami menilai tweet tersebut bersifat umum dan tidak tendensius. Kami mempertanyakan suku apa, agama apa, ras apa dan golongan apa yang merasa menjadi target ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Ahmad Dhani," tutur Ali Lubis.

Dan yang terkahir adalah Ali Lubis menilai tweet tersebut berisikan rasa ketidaksukaan yang wajar dan tidak memprovokasi orang untuk melakukan tindak pidana.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa perbuatan menista agama adalah perbuatan pidana di Indonesia, sehingga wajar kalau Ahmad Dhani menunjukkan ketidaksukaan kepada pendukung penista agama. Harus dibedakan antara ketidaksukaan yang wajar dan manusiawi dengan kebencian ektrem yang provokatif," ujarnya.

Ali Lubis pun berharap pihak kepolisian dapat menerapkan hukum dengan tegak lurus dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut. (m-14)

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved