Gunung Agung Meletus

Luhut Binsar Panjaitan: Tidak Ada Hujan Batu di Gunung Agung, Itu Hoax

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Guberbur Bali I Made Mangku Pastika, yang melakukan video conference dengan Luhut.

Luhut Binsar Panjaitan: Tidak Ada Hujan Batu di Gunung Agung, Itu Hoax
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3.000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). Menurut Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat dua lubang di dalam kawah yang menghasilkan asap tebal berwarna putih, dan asap pekat berwarna kelabu. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Pemerintah terus mengawasi perkembangan aktivitas Gunung Agung di Bali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menuturkan, saat ini meskipun Gunung Agung berstatus awas, tidak ada batu-batuan yang keluar dari gunung setinggi 3.031 mdpl tersebut.

"Tidak ada lemparan batu-batuan, sampai hari ini belum ada. Jadi kalau ada informasi itu, adalah informasi menyesatkan," tutur Luhut usai melakukan video conference dengan pihak Bandara Bali di Kementerian Perhubungan, Selasa (28/11/2017).

Baca: 40 Persen Wisatawan Mancanegara di Indonesia Ada di Bali, Erupsi Gunung Agung Jadi Pukulan Telak

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Guberbur Bali I Made Mangku Pastika, yang melakukan video conference dengan Luhut.

Pastika memastikan, tidak ada batu yang keluar dari mulut gunung, namun semburan abu vulkanik mencapai 4.000 meter, dan kondisi angin terus bertiup ke arah Barat Daya, sehingga Bandara I Gusti Ngurah Rai harus ditutup.

"Jadi tidak ada hujan batu, itu hoax. Oleh karena itu, sampai saat ini kondisi gunung masih mengeluarkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter. Angin bertiup ke arah barat daya dan itu menyebabkan airport harus ditutup," jelas Pastika.

Baca: Erupsi Gunung Agung Terus Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Awas

Luhut pun mengimbau masyarakat agar terus waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena aktivitas Gunung Api tidak dapat diprediksi.

"Laporan terakhir dari lapangan memang yang terjadi itu cukup serius, tapi belum ada, atau kami tidak bisa meramalkan kapan akan terjadi erupsi itu," papar Luhut Binsar Panjaitan. (Apfia Tioconny Billy)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved