Jokowi: Kita Ini Dijadikan Contoh, Mereka Kagum

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, keragaman dan kerukunan yang ada di Indonesia kini sedang menjadi perhatian berbagai negara.

Jokowi: Kita Ini Dijadikan Contoh, Mereka Kagum
Biro Pers Setpres
PRESIDEN Joko Widodo dan sejumlah menteri saat di atas kapal menuju Pulau Samosir, di tengah Danau Toba, untuk meninjau potensi wisata di kawasan ini, Minggu (21/8/2016). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Presiden Joko Widodo mengungkapkan, keragaman dan kerukunan yang ada di Indonesia kini sedang menjadi perhatian berbagai negara.

“Kita ini dijadikan contoh,” ujar Presiden Joko Widodo di depan ratusan anggota Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Se-Indonesia, di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Saat bertemu Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen kemarin pagi di Istana Bogor, Presiden Jokowi mengatakan, PM Rasmussen kagum dengan keragaman dan moderasi yang terjadi di Indonesia.

Baca: Iwa K Bakal Tunjukkan Tanpa Narkoba Bisa Lebih Baik

“Tadi dengan PM Denmark beliau sampaikan kekaguman moderasi di Indonesia. Mereka kagum, kita yang dikagumi tidak tahu,” ucap Presiden

Bahkan, Presiden Jokowi mengatakan, beberapa negara menerima bantuan atau peran Indonesia, karena mereka menganggap Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun terkait persoalan yang terjadi di negara tersebut.

Seperti ketika dirinya bertemu perwakilan Majelis Tinggi Perdamaian Afganistan di Istana Kepresidenan Bogor pada pekan lalu.

Baca: Alexis Bayar Pajak Rp 30 Miliar per Tahun, Anies Baswedan: Kami Ingin Uang Halal

“Langsung saya bicara dengan dulu Wapresnya Afghanistan namanya Mr Khalili, jadi ketua High Peace Council. Kita undang pertama karena ingin jadi mediator. Tahap kedua undang ulama besar di sana. Terakhir Taliban semua kita undang. Nanti sepakat kita kumpulkan bareng di Indonesia,” tutur Jokowi.

Begitu juga dengan persoalan yang terjadi di Rakhine State. Presiden Jokowi mengungkapkan, Pemerintah Myanmar terbuka dengan Indonesia yang berupaya memberikan bantuan kepada korban kemanusiaan dan mencari solusi atas persoalan yang terjadi.

“Rakhine State sama. Kita sudah banyak masuk ke sana, banyak yang enggak tahu. Ketemu militer di Myanmar. Ketemu PM Bangladesh, karena Indonesia dianggap netral tidak punya kepentingan. Orang menerima baik keinginan kita. Negara lain begini semua,” papar Jokowi. (*)

Penulis: z--
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved