Gunung Agung Meletus

Gunung Agung Erupsi, Jokowi: Yang Paling Penting Jaga Keselamatan Masyarakat

Presiden Joko Widodo meminta wisatawan tidak khawatir terhadap dampak erupsi dari Gunung Agung di Pulau Bali.

Gunung Agung Erupsi, Jokowi: Yang Paling Penting Jaga Keselamatan Masyarakat
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Sejumlah petani tetap melakukan aktifitas dengan latar belakang Gunung Agung di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Presiden Joko Widodo meminta wisatawan tidak khawatir terhadap dampak erupsi dari Gunung Agung di Pulau Bali. Dia menilai Pulau Dewata itu masih dapat menjadi salah satu tempat tujuan wisata.

Apalagi, di tengah erupsi Gunung Agung, kata dia, wisatawan dapat melihat bagaimana proses erupsi hingga lava keluar dari salah satu tempat suci bagi Umat Hindu itu.

"Tidak apa-apa, kan jauh. Petani yang dekat (Gunung Agung) saja masih ke sawah. Malah dapat tontonan tambahan, atraksi gunung berapi," ujar Jokowi, usai menghadiri upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Lapangan Monas, Rabu (29/11/2017).

Baca: Ambil Babi Sampai Kunci Kamar Ketinggalan, Pengungsi Gunung Agung Nekat Pulang ke Rumah

Untuk menanggulangi bencana gunung meletus itu, kata dia, pemerintah setempat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta instansi terkait, sudah berada di lapangan.

Selama penanggulangan bencana itu, dia berharap petugas di lapangan mengutamakan keselamatan warga.

"Yang paling penting jaga keselamatan masyarakat," tambah Jokowi.

Baca: Luhut Binsar Panjaitan: Tidak Ada Hujan Batu di Gunung Agung, Itu Hoax

Sebelumnya, kondisi Gunung Agung kembali membuat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ditutup.

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, penutupan salah satu bandara tersibuk di Indonesia itu diperpanjang hingga Kamis (30/11/2017) pukul 07.00 WITA.

Untuk itu, wisatawan diminta jangan panik. Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, dan lembaga-lembaga terkait sedang bekerja keras agar memberikan informasi detil dan imbauan kepada wisatawan. Maka dari itu, wisatawan diharapkan tidak panik dan tidak terpengaruh info-info hoax. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved