Kamis, 9 April 2026

Pengendara Keluhkan Ceceran Tanah Proyek Summarecon Bekasi

Ceceran tanah merah bukan berada di tengah jalan, namun ada di masing-masing tepi jalan. Kondisi ini bisa membahayakan pengendara motor

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ceceran tanah merah yang bukan berada di tengah jalan, tapi ada di masing-masing tepi jalan. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Pengendara di Jalan Raya Perjuangan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi mengeluhkan banyaknya ceceran tanah merah bekas galian milik pengembang perumahan, Summarecon Bekasi.

Tanah itu tercecer dari truk Summarecon Bekasi dalam proyek perumahan baru di samping Universitas Bhayangkara.

Ceceran tanah proyek Summarecon Bekasi yang dikeluhkan pengendara.
Ceceran tanah proyek Summarecon Bekasi yang dikeluhkan pengendara. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Pantauan Warta Kota pada Selasa (28/11) pagi, sejumlah truk berwarna hijau sedang terpakir di dalam kawasan proyek itu. Di sana juga terdapat tumpukan tanah merah setinggi kira-kira dua meter yang siap dipindahkan ke bak truk.

Beberapa pekerja tampak sibuk melakukan tugasnya masing-masing.

Ada yang mengemudikan alat berat berupa ekskavator dan bulldozer, namun ada juga yang tengah duduk sambil merokok.

Ceceran tanah merah bukan berada di tengah jalan, namun ada di masing-masing tepi jalan.

Kondisi ini bisa membahayakan pengendara motor, apalagi ketika hujan turun sehingga kontur jalan menjadi licin.

"Kalau hujan, kontur jalan sangat licin. Sebagus apapun jenis ban kalau melintasi jalan beraspal dengan tanah seperti ini, pengendara akan terjatuh," kata salah seorang pengendara motor, Andi (28) pada Selasa (28/11).

Meski ceceran tanah berada di tepi jalan, namun bukan berarti tanah tidak terjatuh ke tengah jalan.

Menurut dia, tanah merah yang jatuh di jalan, cepat hilang karena sering terlindas oleh pengendara motor dan mobil.

Namun untuk di bagian tepi, lapisan tanah merah cukup pekat karena jarang dilintasi pengendara.

"Tapi bukan berarti tidak berbahaya, karena pengendara motor pasti melewati pinggir jalan bila terjadi kemacetan," kata pengendara motor Yamaha Vega Force bernopol B 3513 KZG ini.

Pengendara motor yang lain, Putra (27) mengatakan meski sudah ada papan pemberitahuan adanya kendaraan berat yang keluar-masuk proyek, namun hal itu tetap berbahaya.

Soalnya, jadwal pengoperasian truk bukan malam hari, namun di siang hingga dini hari.

"Setiap hari truk keluar-masuk proyek. Pagi masuk, dan siangnya truk keluar sudah mengangkut tanah merah," katanya.

Putra berharap, agar pemerintah daerah turun tangan mengatasi persoalan ini. Terutama mengatur jadwal keberangkatan truk tanah, supaya tidak bersinggungan dengan pengendara lain.

"Kalau bisa, setiap truk yang baru keluar dari proyek dibersihkan dulu supaya tanah merah tidak tercecer dari roda maupun badan truk," ujarnya. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved